Titik gempa di Flores Timur. Dokumentasi BMKG
Flores Timur Diguncang 2 Kali Gempa, Sejumlah Bangunan Dilaporkan Rusak
Media Indonesia • 9 April 2026 09:32
Kupang: Dua gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur, dalam rentang waktu beberapa jam, pada Rabu malam hingga Kamis dini hari, 8-9 April 2026. Akibat peristiwa tersebut, sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, terutama di Kecamatan Adonara Timur.
"Ada dua gempa bumi yang dirasakan. Gempa bumi utama magnitudo 4,7 disusul gempa magnitudo 3,8 yang juga dirasakan," kata Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, saat dihubungi dikutip Media Indonesia, Kamis, 9 April 2026.
Gempa pertama terjadi pada Rabu, 8 April 2026, pukul 23.17 Wita dengan kekuatan magnitudo 4,7. Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 8,36° LS dan 123,15° BT. Lokasi tersebut sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman 5 kilometer.
Arief menjelaskan, gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Getaran dirasakan cukup kuat di wilayah Flores Timur dengan intensitas III–IV Modified Mercalli Intensity (MMI). Di Lembata, getaran mencapai intensitas III MMI.
"Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ada kendaraan berat yang melintas," ujarnya, Kamis, 9 April 2026.
Selang beberapa jam kemudian, gempa susulan kembali terjadi pada Kamis, 9 April 2026, pukul 04.54 Wita dengan magnitudo 3,8. Episenter gempa susulan ini terletak pada koordinat 8,44° LS dan 123,14° BT. Lokasinya sekitar 24 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman lebih dangkal, yakni 3 kilometer.
Menurut Arief, gempa kedua tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitas susulan dari gempa utama sebelumnya. Gempa ini juga dipicu oleh sesar aktif di wilayah tersebut.

Ilustrasi grafik intensitas gempa bumi. (Anadolu Agency)
Hingga Kamis, 9 April 2026, pukul 05.40 Wita, BMKG mencatat sebanyak 48 kali gempa susulan. Dampak dari rangkaian gempa ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di Kecamatan Adonara Timur, khususnya di Desa Terong. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Masyarakat diminta tidak mudah terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya serta terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG.