Rumah warga yang terbakar usai gempa melanda Jepang pada 28 Juli 2026. Foto: Kyodo
Tanah di Kumamoto Bergeser 84 Sentimeter Akibat Gempa
Fajar Nugraha • 29 July 2026 18:20
Tokyo: Otoritas Informasi Geospasial Jepang menyatakan bahwa permukaan tanah di kota Yatsushiro, Prefektur Kumamoto, bergeser sekitar 84 sentimeter ke arah timur laut setelah gempa kuat yang mengguncang prefektur barat daya Jepang pada Selasa.
Lembaga tersebut telah memasang stasiun kontrol berbasis GPS di sekitar 1.300 lokasi di seluruh negeri untuk memantau pergerakan kerak bumi. Selama gempa bumi dahsyat yang melanda prefektur yang sama pada April 2016, tanah di desa Minamiaso bergeser sekitar 97 sentimeter.
“Stasiun pengamatan lain di kota tersebut bergeser ke selatan sekitar 17 sentimeter, dan stasiun di kota Kumamoto, ibu kota prefektur, bergeser sekitar 40 sentimeter ke utara,” sebut laporan Otoritas itu seperti dikutip dari Jiji Press, Rabu 29 Juli 2026.

Rumah warga yang hancur akibat gempa. Foto: Kyodo
Perhitungan berdasarkan pergerakan tanah di titik pengamatan tersebut menunjukkan bahwa patahan tempat gempa terjadi diperkirakan memiliki panjang sekitar 29 kilometer dan lebar 6,3 km, dan diyakini telah bergeser sekitar 2 meter.
Sementara tim penyelamat pada Rabu 29 Juli tengah berupaya keras mencari korban selamat akibat gempa. Saat ini korban tewas akibat gempa tercata 13 orang, memutus aliran listrik ke ribuan rumah, dan merusak jalan di seluruh wilayah tersebut.
"Kerusakan yang luas telah dikonfirmasi, termasuk korban jiwa, bangunan runtuh, kebakaran, dan kerusakan jalan," kata Perdana Menteri Sanae Takaichi di Tokyo saat mengumumkan 13 korban jiwa tersebut.
Juru bicara pemerintah Minoru Kihara mengatakan bahwa tujuh orang lainnya mengalami luka serius dan hingga Rabu pagi lebih dari 9.000 orang telah mencari perlindungan di 506 tempat penampungan di tiga wilayah pulau Kyushu.
Delapan orang berhasil dikeluarkan dari reruntuhan pusat perbelanjaan yang sebagian runtuh di dekat kota Kumamoto yang hancur akibat ledakan sekitar satu jam setelah gempa bumi Selasa lalu. Dari mereka, tiga orang meninggal dunia.

Jalan yang rusak akibat gempa di Kumamoto. Foto: Kyodo
Operator mal Aeon mengatakan empat pekerja di pusat perbelanjaan Kumamoto masih belum ditemukan setelah pemeriksaan terhadap sekitar 2.700 staf. Pelanggan telah dievakuasi segera setelah gempa awal.
"Bahkan sekarang, masih ada orang yang menunggu untuk diselamatkan, dan ini adalah perlombaan melawan waktu. Kami akan mengerahkan semua sumber daya yang tersedia di lapangan untuk menyelamatkan dan mengevakuasi sebanyak mungkin orang," kata Perdana Menteri Sanae Takaichi kepada wartawan di Tokyo.
Pihak berwenang sedang menyelidiki kemungkinan ledakan gas di mal Aeon, menurut laporan media. Petugas penyelamat melaporkan mencium bau gas di dalam gedung, tetapi penyebab insiden tersebut masih dalam penyelidikan, kata juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara.