Ilustrasi IKN Nusantara. Foto: Dok. Otorita IKN.
Otorita IKN Yakin Pembangunan Tahap 2 Tumbuhkan Ekonomi Wilayah Sekitar
Anggi Tondi Martaon • 4 July 2026 14:05
Jakarta: Pembangunan tahap dua Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diyakini memiliki efek positif. Terutama di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
"Dampak ekonomi diperkirakan semakin meningkat pada periode pembangunan IKN tahap dua (2025-2029)," ujar Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN Mia Amalia dikutip dari Antara, Sabtu, 4 Juli 2026.
Hasil kajian pembangunan ibu kota baru Indonesia tahap satu (periode 2022-2024) yang dilakukan Otorita IKN mencatat ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai wilayah inti pembangunan tumbuh sekitar 19,9 persen, lebih tinggi dibanding kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Timur.
Produk domestik regional bruto (PDRB) diproyeksikan memberikan tambahan kontribusi yang signifikan bagi wilayah sekitar, dengan dampak positif yang berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Dampak pembangunan IKN dikelola dari aktivitas konstruksi menuju penguatan rantai pasok lokal, kapasitas tenaga kerja, keterlibatan pelaku usaha daerah, serta pengembangan sektor lainnya," ungkap Mia.
Proyeksi tersebut dinilai penting di tengah dinamika geopolitik global dan kebutuhan Provinsi Kalimantan Timur, memperkuat transformasi ekonomi dari sektor ekstraktif menuju sektor yang lebih produktif dan bernilai tambah.

Ilustrasi pembangunan IKN Nusantara. Foto: Istimewa.
Menurut dia, arah pengelolaan itu sejalan dengan konsep pengembangan melalui Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) untuk memperluas dampak pembangunan IKN dalam jangka panjang.
Melalui keterkaitan ibu kota baru Indonesia, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan dan Samarinda, serta wilayah sekitar, pembangunan IKN diarahkan sebagai pusat pertumbuhan baru, ujar Mia.
Pusat pertumbuhan baru diarahkan untuk mendongkrak ekonomi Provinsi Kalimantan Timur, kata dia, bergerak menuju sektor lebih produktif, bernilai tambah dan berkelanjutan.
Dampak pembangunan IKN mulai mengalir ke wilayah sekitar melalui kebutuhan barang dan jasa, logistik, akomodasi, transportasi, perdagangan, serta sektor pendukung lainnya.
Aktivitas pembangunan IKN mulai membentuk keterkaitan ekonomi dengan daerah penyangga di wilayah Provinsi Kalimantan, jelas dia, tidak hanya bertumpu di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) ibu kota baru Indonesia.
"Keberhasilan IKN tidak hanya diukur dari jumlah gedung, tapi juga dari pertumbuhan ekonomi dan manfaat dirasakan warga sekitar," ujar Mia.