Longsor Cisarua Sisakan Duka Mendalam Bagi Warga Terdampak

Suasana pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu, 24 Januari 2026. ANTARA/Ilham Nugraha

Longsor Cisarua Sisakan Duka Mendalam Bagi Warga Terdampak

Silvana Febiari • 25 January 2026 08:28

Bandung Barat: Bencana longsor yang melanda wilayah Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menyisakan duka mendalam bagi warga terdampak. Salah satunya dirasakan Wawa (40), seorang ibu dari Kampung Pasir Kuda RW 10, yang rumahnya berada di bagian atas area longsor.

Wawa mengatakan jumlah pengungsi saat ini diperkirakan lebih dari 100 orang. Bantuan kebutuhan makan baru diterima satu kali dan hanya dilengkapi dengan pembagian makanan ringan pada siang hari.

“Longsornya terjadi dua kali. Yang paling besar itu di kejadian kedua, sekitar pukul 02.30 WIB,” ujar Wawa saat ditemui di lokasi pengungsian, seperti dilansir Antara, Minggu, 25 Januari 2026. 
 


Ia menuturkan kawasan di atas tempat tinggalnya menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Banyak rumah warga hilang dan rata dengan tanah akibat tertimbun material longsor, termasuk rumah milik beberapa kerabat jauhnya.

“Anggota keluarga saya yang hilang ada lebih dari 10 orang. Sampai sekarang belum diketahui keberadaannya,” katanya dengan suara bergetar.

Sementara itu, di bagian bawah lokasi longsor, sejumlah rumah juga terdampak cukup serius. Wawa mengaku suasana mencekam terjadi saat longsor kedua berlangsung.

“Waktu dengar gemuruh yang kedua, banyak yang menjerit. Saya langsung kabur menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Ia akhirnya berhasil mengungsi ke desa sekitar pada pukul 05.00 WIB bersama warga lainnya. Mereka mencari tempat yang lebih aman dari ancaman longsor susulan.


Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, saat meninjau pengungsian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu, 24 Januari 2026. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan


Terkait kebutuhan pengungsi, Wawa menyebutkan saat ini yang paling mendesak adalah perlengkapan bayi. Mulai dari pakaian bayi, popok (pampers), hingga kebutuhan dasar lainnya yang sangat krusial dan rentan kekurangan.

“Kalau untuk orang dewasa, kebutuhan utamanya alat mandi, makanan, dan penghangat badan seperti selimut, matras, serta jaket,” jelasnya.

Para pengungsi berharap adanya perhatian lebih dari berbagai pihak. Mereka menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar serta percepatan penanganan korban hilang akibat bencana longsor tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat Bambang Imanudin menyampaikan pihaknya akan berupaya memenuhi bantuan yang diperlukan warga saat ini.

"Kami akan memenuhi bantuan yang paling dibutuhkan warga saat ini, seperti matras, selimut, dan sembako karena mereka masih berada di lokasi pengungsian," jelasnya.

Dirinya juga berharap semua logistik dapat tercukupi, termasuk bantuan dari pemerintah provinsi yang sudah mulai masuk. Sementara itu, Tim Gabungan masih mencari 82 korban yang diperkirakan hilang akibat bencana.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)