Program bertajuk “Workshop Mochi Kekinian: Lezat, Laris, Panen Cuan”. Foto: Dok. Istimewa.
Literasi Teknologi dan Kuliner Jadi Kunci Kemandirian Perempuan
Insi Nantika Jelita • 30 March 2026 07:15
Jakarta: Pemberdayaan ekonomi perempuan di Jawa Barat kini diarahkan pada penggabungan keterampilan kuliner dengan teknologi digital. Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, menilai langkah ini sebagai strategi konkret untuk mendorong perempuan naik kelas dari pelaku usaha rumahan menjadi wirausaha mandiri berbasis pasar modern.
“Kita ingin perempuan Indonesia tidak hanya bisa produksi, tetapi juga mampu menjual, membangun brand, dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 29 Maret 2026.
Baca Juga :
Menurut Sandiaga, pendekatan yang menggabungkan pelatihan praktis dan literasi digital menjadi kunci keberhasilan program ekonomi berbasis komunitas. Ia melihat peluang usaha kuliner seperti mochi memiliki potensi besar karena fleksibel dan memiliki pasar yang luas, terutama jika dipasarkan secara daring.
Program bertajuk “Workshop Mochi Kekinian: Lezat, Laris, Panen Cuan” yang digelar di Kantor Kelurahan Gegerkalong, Bandung, menjadi bukti nyata efektivitas model ini. Peserta tidak hanya diajarkan membuat Mochi Bread dan Mochi Daifuku, tetapi juga dibekali edukasi penggunaan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT untuk menciptakan konten promosi.
Hasil dari simulasi pasar tersebut tergolong impresif. Selama kegiatan berlangsung, para peserta berhasil mencatat 377 pesanan produk dengan estimasi potensi pendapatan mencapai Rp2.262.000.

Program bertajuk “Workshop Mochi Kekinian: Lezat, Laris, Panen Cuan”. Foto: Dok. Istimewa.
“Kalau hari pertama saja sudah bisa menghasilkan penjualan, ini berarti modelnya tepat. Tinggal bagaimana kita skalakan agar dampaknya lebih luas,” tambah Sandiaga.
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama Yayasan Indonesia Setara dengan BSI Maslahat, Rumah Zakat, dan OK OCE Forever. Perwakilan kewilayahan dan lembaga mitra menekankan pentingnya keberanian bagi perempuan untuk memulai usaha dari skala kecil dengan dukungan kapasitas ekonomi yang mumpuni.
Ke depan, Sandiaga melalui YIS berencana memperluas program serupa ke berbagai daerah lain. Fokus utama tetap pada pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi kreatif dan digital agar mampu berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi keluarga maupun daerah.