Serangan Drone Terbesar Hantam Leningrad Rusia, Bandara St. Petersburg Terganggu

Rusia dan Ukraina terlibat aksi saling serang menggunakan drone sejak meletusnya perang pada Febuari 2022. (Anadolu Agency)

Serangan Drone Terbesar Hantam Leningrad Rusia, Bandara St. Petersburg Terganggu

Willy Haryono • 3 May 2026 19:34

Moskow: Wilayah Leningrad di barat laut Rusia menghadapi salah satu serangan drone terbesar Ukraina yang pernah tercatat dalam semalam pada 2–3 Mei 2026, menurut laporan otoritas setempat.

Gubernur Leningrad Alexander Drozdenko awalnya melaporkan 35 drone berhasil dihancurkan, namun jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi lebih dari 60 unit hingga menjelang pagi.

Dilansir dari Kyiv Post, Minggu, 3 Mei 2026, pejabat Rusia menyebut target utama serangan adalah pelabuhan komersial Primorsk, salah satu pusat logistik energi penting di kawasan Baltik.

Meski pemerintah daerah mengklaim kebakaran yang terjadi berhasil dipadamkan tanpa tumpahan minyak, laporan lokal dan analisis sumber terbuka mengindikasikan kemungkinan adanya kerusakan pada terminal pemuatan minyak.

Sejumlah analis juga menyoroti potensi serangan terhadap sistem pertahanan udara Pantsir yang melindungi fasilitas tersebut.

Strategi Ukraina

Ancaman serangan memaksa Bandara Pulkovo di St. Petersburg menerapkan langkah darurat “Carpet,” yang menghentikan seluruh penerbangan masuk dan keluar selama sedikitnya lima jam.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan total 334 drone berhasil dicegat di 16 wilayah berbeda sepanjang malam.

Eskalasi ini dinilai sejalan dengan strategi Ukraina yang terus menargetkan infrastruktur energi dan logistik Rusia guna mengurangi kemampuan pendanaan perang Moskow.

Sebelumnya, sejumlah terminal ekspor energi Rusia di Laut Baltik, termasuk Ust-Luga dan Vysotsk, juga dilaporkan menjadi sasaran serangan serupa.

Tekanan terhadap fasilitas energi Rusia dipandang sebagai bagian penting dari upaya melemahkan rantai pasok militer dan ekonomi negara tersebut.

Baca juga:  Drone Laut Ukraina Hantam 2 Kapal Rusia di Selat Kerch

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)