Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Tak Puas dengan Proposal Iran soal Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Willy Haryono • 28 April 2026 12:24
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tidak puas dengan proposal terbaru Iran yang menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz serta penghentian perang tanpa membahas program nuklir Teheran.
Menurut laporan media AS, proposal tersebut disampaikan melalui mediator Pakistan dan dibahas dalam pertemuan Situation Room di Gedung Putih pada Senin kemarin.
Dalam usulan itu, Iran menawarkan gencatan senjata jangka panjang atau permanen serta pembukaan kembali jalur maritim strategis Selat Hormuz, dengan syarat AS menghentikan blokade terhadap Iran.
Namun, pembahasan mengenai program nuklir Iran akan ditunda ke tahap negosiasi berikutnya.
Dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 28 April 2026, laporan menyebut Trump menilai proposal tersebut belum memenuhi tuntutan utama Washington, terutama terkait penghentian pengayaan uranium dan pengawasan penuh terhadap program nuklir Iran.
Gedung Putih menegaskan Presiden Trump hanya akan menerima kesepakatan yang dinilai menguntungkan kepentingan Amerika Serikat dan stabilitas global.
“Presiden hanya akan membuat kesepakatan yang baik bagi rakyat Amerika dan dunia,” kata juru bicara Gedung Putih.
Perdebatan internal di pemerintahan AS kini berfokus pada seberapa besar tekanan ekonomi melalui blokade maritim dapat memaksa Iran memberikan konsesi lebih besar.
Sebagian pejabat meyakini tekanan ekonomi yang terus meningkat akan memaksa Teheran bernegosiasi, sementara pihak lain menilai serangan militer justru memperkeras posisi Iran.
Kebuntuan ini memperpanjang ketidakpastian geopolitik global, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi sekitar seperlima distribusi energi dunia.
Baca juga: Negosiasi Mandek, Trump Minta Iran Telepon AS Jika Ingin Bicara