Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto ketika melepas jamaah calon haji di Asrama Haji Batam, Kepulauan Riau. ANTARA/HO-Pemprov Riau
4.422 Calon Haji Gelombang Pertama Riau Bertolak ke Tanah Suci
Silvana Febiari • 6 May 2026 10:52
Batam: Sebanyak 4.357 calon haji gelombang pertama dari kloter BTH 3 hingga 12 asal Provinsi Riau bertolak ke Tanah Suci Makkah, Arab Saudi. Mereka berangkat melalui Bandara Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan selain calon haji, turut diberangkatkan 20 petugas haji daerah, lima pembimbing kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah, serta 40 petugas haji. Dengan demikian, total yang telah berangkat mencapai 4.422 orang.
"Sudah genap 10 kloter jamaah haji asal Provinsi Riau yang tergabung dalam gelombang pertama telah diberangkatkan menuju Arab Saudi,” katanya, dilansir dari Antara, Rabu, 6 April 2026.
Kloter terakhir gelombang pertama ini membawa 434 orang, terdiri atas jemaah haji, 2 PHD, 1 pembimbing KBIHU, serta empat petugas kloter. Rombongan diberangkatkan menggunakan maskapai Saudi Airlines dari Batam, Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam proses pemberangkatan Kloter itu terdapat satu calon haji asal Kabupaten Rokan Hulu yang batal berangkat. Selain itu, tiga dari Kabupaten Siak dan Rokan Hulu masih menjalani perawatan di Batam, didampingi oleh tiga orang pendamping.
"Pada kloter ini juga terjadi mutasi masuk, yakni satu jamaah dari Kloter BTH 03 asal Pekanbaru serta dua jamaah dari Kloter BTH 08 asal Rokan Hulu," ungkapnya.

Ilustrasi jamaah calon haji asal Riau menuju keberangkatan di Embarkasi Haji Batam, Kepulauan Riau. ANTARA/HO-Kanwil Kemenhaj Riau
Secara keseluruhan terdapat sejumlah jemaah yang mengalami penundaan atau batal berangkat. Di antaranya 10 orang dirawat di Batam serta delapan pendamping, lima orang kembali ke daerah terdiri atas tiga sakit dan dua pendamping, dua orang sakit di daerah, satu orang dalam kondisi hamil saat masuk embarkasi, serta satu orang wafat di daerah.
Defizon mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga identitas, khususnya Kartu Nusuk yang menjadi dokumen penting selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi. Kartu ini menjadi akses utama untuk memasuki Makkah, Madinah, Masjidil Haram, hingga lokasi-lokasi suci lainnya.
"Kartu Nusuk merupakan kartu pintar resmi dari Pemerintah Arab Saudi yang memuat data profil jemaah, informasi medis, serta jadwal kegiatan ibadah. Tanpa kartu ini, jemaah tidak dapat mengakses berbagai fasilitas, termasuk di kawasan Armuzna,” tukasnya.