Presiden Prabowo Subianto. Dok. Istimewa
Begini Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Achmad Zulfikar Fazli • 22 March 2026 17:47
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tembus ke angka 8%. Salah satu strateginya adalah dengan menciptakan banyak lapangan kerja.
Berbagai inisiatif telah dilakukan untuk bisa menciptakan lapangan kerja, mencakup Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, hingga program pembangunan satu juta rumah.
Prabowo menyoroti besarnya dampak program MBG terhadap penyerapan tenaga kerja. Dia menyebutkan pada puncaknya, program ini akan memiliki sekitar 30 ribu dapur yang masing-masing mempekerjakan 50 orang.
“Itu sudah 1,5 juta,” ujar Prabowo dalam keterangannya, dikutip pada Minggu, 22 Maret 2026.
Tak hanya itu, setiap dapur akan melibatkan rantai pasok dari para vendor bahan pangan yang diperkirakan menyerap tambahan hingga 1,5 juta tenaga kerja lagi.
Selain MBG, pemerintah mengandalkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa. Dengan target 80 ribu koperasi yang masing-masing mempekerjakan sekitar 18 orang, program ini berpotensi menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru.
Di sektor kelautan, Kampung Nelayan Merah Putih difokuskan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan. Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 1.100 kampung nelayan pada 2026.
“Kita bikin pilot project di Biak, penghasilannya nelayan itu naik rata-rata 60 persen sampai 80 persen,” kata Prabowo.
Baca Juga:
Program Diskon hingga WFA saat Lebaran Diyakini Bikin Ekonomi RI Tumbuh 5,5% di Kuartal I |

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Freepik
Prabowo menegaskan program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sementara itu, program pembangunan satu juta rumah disebut menjadi salah satu motor terbesar penciptaan lapangan kerja.
Setiap unit rumah diperkirakan melibatkan lima pekerja. Sehingga, total bisa menyerap hingga 5 juta tenaga kerja, belum termasuk efek berantai dari industri pendukung seperti bahan bangunan dan utilitas.
Prabowo optimistis kombinasi dari seluruh program tersebut akan menjadi lokomotif ekonomi nasional. “Saya yakin ketika ini berjalan, itu akan lebih dari 8 persen,” ujar dia.