Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok Kemenko Perekonomian.
Program Diskon hingga WFA saat Lebaran Diyakini Bikin Ekonomi RI Tumbuh 5,5% di Kuartal I
Husen Miftahudin • 22 March 2026 07:54
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan berbagai program pemerintah, seperti pemberian diskon, kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA), serta bantuan sosial (bansos), dapat mendorong aktivitas ekonomi nasional.
"Kita berpuasa 30 hari dan tentunya makna kemenangan ini juga berkaitan dengan ekonomi. Pemerintah membuat banyak program, termasuk diskon, kemudian mendorong mobilitas melalui work from anywhere, dan juga berbagai program termasuk bantuan pangan, bantuan sosial," ungkap Airlangga saat menggelar kegiatan open house merayakan Hari Idulfitri 2026 di kediamannya kawasan Widya Chandra, dikutip dari Antara, Minggu, 22 Maret 2026.
Ia berharap berbagai program tersebut dapat meningkatkan mobilitas dan konsumsi masyarakat, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
"Dan kita berharap bahwa dengan momentum kemenangan ini kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 5,5 persen," ucap dia.
| Baca juga: Daya Beli Selama Ramadan Terjaga, Purbaya Pede Ekonomi Tumbuh 5,7% |
Insentif dorong mobilitas masyarakat
Sebelumnya, pemerintah menggulirkan sejumlah insentif untuk mendorong mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026, salah satunya melalui pemberian potongan harga pada sektor transportasi dan tarif jalan tol.
Program tersebut mencakup keringanan biaya perjalanan pada berbagai moda, seperti pesawat udara, kereta api, angkutan laut, hingga transportasi darat, guna mempermudah masyarakat melakukan perjalanan mudik.
Pemerintah memberikan diskon tiket kereta api dan angkutan laut masing-masing hingga sekitar 30 persen, pembebasan tarif jasa penyeberangan, serta potongan harga tiket pesawat pada kisaran 17–18 persen.
Total kebutuhan anggaran untuk program insentif transportasi tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp900 miliar yang bersumber dari APBN maupun dukungan non-APBN.

(Ilustrasi investasi. Foto: Medcom.id)
Salurkan bantuan pangan
Selain insentif perjalanan, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan kepada puluhan juta keluarga penerima manfaat sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat selama periode tersebut. Bantuan tersebut berupa paket kebutuhan pokok, antara lain beras dan minyak goreng, yang disalurkan untuk periode dua bulan kepada lebih dari 35 juta keluarga.
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga juga menyampaikan ucapan Idulfitri kepada masyarakat sekaligus mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap potensi gejolak global, khususnya terkait harga minyak.
"Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin, dan dalam suasana ini, tentu kita berharap kita bersama-sama menghadapi gejolak krisis minyak ke depan," tutur dia.