Presiden Amerika Serikat Donald Trump. The New York Times
Israel Tuduh Iran Rencanakan Pembunuhan Trump dan Laporkan ke AS
Muhammad Reyhansyah • 10 July 2026 20:42
Tel Aviv: Israel dilaporkan membagikan informasi intelijen baru kepada Amerika Serikat (AS) yang disebut mengindikasikan adanya dugaan rencana Iran untuk membunuh Presiden Donald Trump.
Informasi tersebut dilaporkan The Wall Street Journal pada Kamis, 9 Juli 2026, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Menurut laporan itu, informasi intelijen yang dibagikan Israel berpotensi semakin meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran, mengingat Iran selama bertahun-tahun menyatakan ingin membalas pembunuhan Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Qassem Soleimani, dalam serangan Amerika Serikat pada 3 Januari 2020.
Mengutip Anadolu, Jumat, 10 Juli 2026, Kedutaan Besar Israel di Washington dilaporkan menolak memberikan komentar, sementara Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum menanggapi permintaan komentar terkait laporan tersebut.
Gedung Putih merujuk pada pernyataan Trump saat menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki, sehari sebelumnya.
"Mereka ingin menyingkirkan pemimpin Amerika Serikat, yaitu saya. Nama saya ada di setiap daftar mereka. Sejauh ini saya mungkin masih beruntung, tetapi itu mungkin tidak akan berlangsung lama," kata Trump.
Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan juga melakukan pembicaraan melalui telepon pada Kamis dan sepakat melanjutkan koordinasi antara kedua negara.
Laporan itu muncul ketika Iran dan Amerika Serikat kembali saling melancarkan serangan dalam dua hari terakhir setelah meningkatnya ketegangan menyusul serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz. Pada Kamis, Teheran juga melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania sebagai balasan atas serangan Washington ke wilayah Iran.