Sejumlah petugas mengisi tangki air dengan air bersih di atas truk yang akan didistribusikan kepada warga di halaman Kantor BPBD Kota Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA FOTO/Arnas Padda.
50 Ribu Warga Makassar Terdampak Kekeringan
Whisnu Mardiansyah • 11 July 2026 18:27
Makassar: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat lebih dari 50 ribu jiwa di enam kecamatan berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
"Berdasarkan hasil asesmen BPBD Kota Makassar, terdapat sekitar lima puluh ribuan jiwa yang berpotensi terdampak bencana kekeringan," ujar Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahar, seperti dilansir Antara, Sabtu, 11 Juli 2026.
Dampak kekeringan mulai dirasakan warga, terutama yang mengandalkan air tanah sebagai sumber utama. Sebanyak 173 titik lokasi tersebar di enam kecamatan.
Di antaranya, Ujung Tanah (17 titik), Tallo (36), Biringkanaya (58), Tamalanrea (27), Panakukang (6), dan Manggala (29). Total ada 27 kelurahan terdampak, mencakup 12.717 rumah, 14.564 KK, dan 50.342 jiwa.
Baca Juga :
16.485 Hektare Lahan di Tangsel Rawan Kekeringan
BPBD memprioritaskan penanganan bagi warga pengguna air tanah yang paling merasakan dampak. Mereka mengerahkan empat mobil tangki, 57 tandon air, empat pompa, dan 180 personel untuk membantu masyarakat.
Wilayah yang masih mendapat pasokan PDAM relatif aman dan belum jadi prioritas utama. Namun, BPBD terus memantau kondisi tersebut.
"Apabila kondisi cuaca kering seperti saat ini terus berlanjut, maka cadangan air PDAM diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 30 hari ke depan. Untuk itu langkah antisipatif dan kesiapsiagaan terus kami lakukan untuk menghindari meluasnya dampak kekeringan terhadap masyarakat," ucap Fadli.
.jpg)
Ilustrasi kekeringan. Foto: Dok. MGN.