Bendera Qatar berkibar di Doha. (AAWSAT)
Qatar Umumkan Penangkapan 10 Agen Mata-Mata IRGC Iran
Riza Aslam Khaeron • 4 March 2026 09:45
Doha: Qatar mengumumkan penangkapan dua sel mata-mata yang beroperasi untuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, dengan total sepuluh tersangka diamankan dalam operasi intelijen tersebut.
Kantor Berita Qatar (QNA) melaporkan pada Selasa, 3 Maret 2026 bahwa tujuh dari tersangka ditugaskan untuk memata-matai "fasilitas vital dan militer" di Qatar, sementara tiga lainnya bertugas melaksanakan operasi sabotase. Demikian dikutip dari Al Jazeera.
"Selama interogasi, para tersangka mengakui afiliasi mereka dengan Garda Revolusi Iran dan bahwa mereka telah ditugaskan untuk misi spionase serta kegiatan sabotase," demikian laporan QNA.
Otoritas Qatar menemukan lokasi dan koordinat fasilitas serta instalasi sensitif, bersama dengan perangkat komunikasi dan peralatan teknologi yang dimiliki para tersangka, menurut laporan tersebut.
Penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah Iran melancarkan serangan balasan ke Qatar dan negara-negara Teluk Arab lainnya sejak AS dan Israel memulai serangan gabungan terhadap Iran pada Sabtu lalu 28 Februari 2026.
Iran menyatakan menargetkan aset AS di kawasan dengan serangannya, namun infrastruktur sipil termasuk bandara dan hotel juga terkena dampak.
Puluhan ledakan dilaporkan terjadi di Qatar selama beberapa hari terakhir. Kementerian Pertahanan Qatar mendeteksi peluncuran tiga rudal jelajah, 101 rudal balistik, dan 39 drone menuju wilayah udaranya sejak Sabtu lalu.
| Baca Juga: Putra Khamenei Dikabarkan Jadi Calon Terkuat Pemimpin Iran yang Baru |
Meskipun Qatar berhasil mencegat dan menghancurkannya, Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan terkejut karena Iran tidak memberitahu Doha tentang serangan tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan kepada wartawan bahwa "Qatar terkejut dengan serangan yang tidak dapat dibenarkan ini."
"Ada upaya untuk menyerang Bandara Internasional Hamad. Semuanya berhasil digagalkan... Rudal-rudal tersebut dijatuhkan oleh tindakan pertahanan kami, dan tidak ada satu pun yang mencapai bandara," tambahnya.
Al-Ansari juga mengungkapkan bahwa hampir 8.000 orang terdampar di Qatar akibat penutupan wilayah udara yang disebabkan oleh perang.
Sementara itu, Oman yang sebelumnya menjadi mediator negosiasi antara Iran dan AS sebelum konflik dimulai, mendorong gencatan senjata pada Selasa. Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, menyatakan bahwa ada opsi bagi diplomasi untuk menang dan perang dengan Iran dapat diredakan.
Presiden AS Donald Trump menyatakan solidaritas dengan negara-negara Teluk dan menyalahkan Iran atas serangan terhadap mereka, dengan mengatakan bahwa negara-negara Teluk tidak ada hubungannya dengan konflik ini.