Kapal induk Angkatan Laut AS Abraham Lincoln. Foto: Anadolu
Iran Klaim Hantam Kapal Induk AS Abraham Lincoln dengan Empat Rudal Balistik
Fajar Nugraha • 2 March 2026 17:13
Teheran: Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa kapal induk Amerika Serikat (AS) Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik.
Pasukan tersebut juga mengeluarkan peringatan keras, menyatakan bahwa “daratan dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris.”
Pengumuman ini muncul setelah serangan AS dan Israel yang dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang semakin memperdalam krisis di kawasan tersebut.
"Kapal induk USS Abraham Lincoln milik militer AS diserang dengan empat rudal jelajah. Setelah serangan itu, kapal induk AS melarikan diri dari lokasi misinya ke Samudra Hindia bagian tenggara," kata Juru bicara Markas Besar Angkatan Darat Iran, Ebrahim Zolfaghari, seperti dikutip dari Viory, Senin 2 Maret 2026.
Dalam pernyataan yang dimuat oleh media lokal, Garda Revolusi mengatakan, “Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik.” Pasukan tersebut juga mengeluarkan peringatan keras, menyatakan bahwa “daratan dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris.”
Namun, klaim bahwa kapal induk tersebut terkena rudal balistik belum diverifikasi secara independen.
Tanggapan AS
Pentagon pada 1 Maret membantah klaim Iran telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik di Teluk.“Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran,” kata Komando Pusat AS, CENTCOM, pada X.
CENTCOM menyatakan bahwa pasukan Amerika telah menargetkan korvet kelas Jamaran Iran pada awal Operasi Epic Fury. Menurut CENTCOM, kapal tersebut tenggelam di dermaga di Chah Bahar di Teluk Oman. Pernyataan tersebut juga mendesak angkatan bersenjata Iran, IRGC, dan polisi untuk meletakkan senjata mereka.
Sementara secara terpisah, konsulat Iran di Hyderabad menuduh bahwa empat drone menyerang kapal dagang yang membawa amunisi untuk kapal perang AS di tempat berlabuh Jebel Ali, sehingga kapal tersebut lumpuh.
Mereka juga mengklaim bahwa pangkalan angkatan laut AS di daerah Abdullah Mubarak Kuwait terkena rudal balistik dan drone, menyebabkan kerusakan dan korban jiwa yang signifikan.
Karena klaim yang saling bertentangan terus berlanjut dari kedua belah pihak, situasi di kawasan tersebut tetap bergejolak dan tidak pasti.