Iran Lepaskan Rudal Hipersonik ke Israel, Targetkan Fasilitas Militer

Rudal hipersonik Kheibar Shekan yang digunakan untuk serang Iran. Foto: Morteza Nikoubazl/NurPhoto

Iran Lepaskan Rudal Hipersonik ke Israel, Targetkan Fasilitas Militer

Fajar Nugraha • 4 March 2026 14:23

Tel Aviv: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah meluncurkan gelombang serangan rudal baru dengan menargetkan fasilitas militer Israel.

Serangan mengerahkan rudal hipersonik pada Senin 2 Maret 2026  ini, merupakan sebagai bagian dari apa yang disebutnya "Operasi Janji Sejati 4”. Pemerintah Israel memperingatkan warga sipil untuk menghindari fasilitas militer dan pemerintah.

“Gelombang ke-10 operasi tersebut melibatkan penggunaan rudal hipersonik Kheibar Shekan, menggambarkan serangan tersebut sebagai telah membuka pintu api besar ke wilayah pendudukan,” ujar pernyataan IRGC, yang dilansir media pemerintah Iran, seperti dikutip dari The National, Rabu 4 Maret 2026.


Rudal Kheibar Shekan, dengan jangkauan 1.450 kilometer, adalah rudal berbahan bakar padat generasi ketiga.

Menurut IRGC, serangan terbaru menargetkan kampus pemerintah Israel di Tel Aviv, serta pusat militer dan keamanan di Haifa dan daerah di Yerusalem Timur.

Pernyataan tersebut tidak memberikan rincian tentang kerusakan atau korban jiwa.

IRGC memperingatkan penduduk "wilayah pendudukan" untuk "menjauhi sekitar pangkalan militer, pusat keamanan dan pemerintahan" dan mendesak mereka untuk "segera meninggalkan wilayah pendudukan."

IRGC juga mengulangi peringatan sebelumnya bahwa sirene serangan udara di Israel "tidak akan pernah berhenti," menandakan kemungkinan serangan berkelanjutan.

Rudal hipersonik Kheibar, yang diperkenalkan oleh Iran sebagai bagian dari program rudal balistiknya, telah digambarkan oleh pejabat Iran sebagai rudal yang mampu bermanuver dengan kecepatan tinggi yang dirancang untuk menghindari sistem pertahanan rudal.

Eskalasi dalam beberapa hari terakhir

Pengumuman terbaru ini muncul di tengah serangan rudal dan udara yang intens antara Iran, Israel, dan pangkalan AS selama 48 jam terakhir.

Sirene serangan udara dilaporkan di beberapa kota Israel, dan otoritas Israel mengatakan sistem pencegatan rudal diaktifkan sebagai respons terhadap proyektil yang datang.

Kampanye militer gabungan AS-Israel yang diluncurkan pada hari Sabtu telah menewaskan beberapa pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Teheran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan negara-negara Teluk. Tiga anggota militer AS tewas dan lima lainnya luka parah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)