Stok Pangan Dipastikan Aman di Tengah Konfik Global, Warga DKI Diimbau Tak Panic Buying

Ilustrasi bahan pokok. Foto: MI/Ramdani.

Stok Pangan Dipastikan Aman di Tengah Konfik Global, Warga DKI Diimbau Tak Panic Buying

Anggi Tondi Martaon • 3 March 2026 07:40

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan ketersediaan bahan pangan pokok masyarakat aman dan mencukupi selama bulan suci Ramadan dan Lebaran 1447 H/2026 M. Hal itu disampaikan di tengah konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang berpotensi memengaruhi harga komoditas internasional.

"Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo dikutip dari Antara, Selasa, 3 Maret 2026.

Ratu mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Masyarakat juga diminta tidak melakukan panic buying.

Kendati demikian, dia mengakui kebutuhan pangan memang meningkat pada periode Ramadan dan menjelang Idul Fitri atau pada periode Maret 2026. Terutama komoditas telur ayam, daging sapi/kerbau, serta bawang putih.

Berdasarkan data sementara, kenaikan terbesar terjadi pada telur ayam yang meningkat lebih dari 17 persen. Lalu disusul daging ayam dan bawang merah yang naik di atas 10 persen.

"Meski demikian, stok beras tercatat lebih dari 136 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan sekitar 78 ribu ton. Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai," ujar Ratu.

Ilustrasi pasar tradisional. Foto: MI.

Untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok harian di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern sekaligus meredam dampak dari potensi gejolak harga akibat dinamika global, Pemprov DKI Jakarta memperkuat koordinasi dengan BUMD pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, serta pemerintah pusat.

"Kami juga intensifikasi proses monitoring harga di lapangan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, kami segera lakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan dari BUMD," ungkap Ratu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)