Kemenkes Buka Program PMU InPULS dan CPMU 2026, Ini Syaratnya

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Kemenkes Buka Program PMU InPULS dan CPMU 2026, Ini Syaratnya

Eko Nordiansyah • 12 June 2026 19:01

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali membuka peluang karier melalui program Indonesia Public Laboratory System Strengthening (PMU InPULS) Project dan Central Project Management Unit (CPMU).

Kandidat dapat melakukan lamaran melalui https://s.kemkes.go.id/RecruitmentIHSSBatchVIII sampai dengan 25 Juni 2026. Lantas, apa saja kualifikasi yang dibutuhkan pada program tersebut? Mengutip dari Instagram @kemenkes_ri, berikut penjelasannya.

Central Project Management Unit (CPMU)

1. Posisi Environmental Safeguard Consultant

Berikut kualifikasi yang dibutuhkan:
  • Lulusan S2 di bidang Ilmu Lingkungan, Manajemen Lingkungan, atau bidang terkait.
  • Memiliki pengalaman profesional minimal tujuh tahun dalam penilaian dampak lingkungan dan sosial, termasuk implementasi Environmental and Social Framework (ESF), AMDAL, ESIA, atau kerangka perlindungan serupa.
  • Memiliki pengalaman minimal lima tahun bekerja dengan institusi pemerintah dalam proyek yang dibiayai oleh Bank Pembangunan Multilateral (MDB) atau Mitra Pembangunan.
  • Memiliki pengetahuan yang kuat mengenai peraturan perundang-undangan lingkungan Indonesia, regulasi perlindungan lingkungan, dan kebijakan sektor terkait.
  • Memiliki pengalaman yang terbukti dalam memberikan bantuan teknis, pengembangan kapasitas, serta melakukan supervisi, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan program.
  • Pengalaman bekerja pada proyek yang didanai World Bank, ADB, AIIB, IsDB, USAID, atau donor lainnya sangat diutamakan.
  • Memiliki kemampuan analisis, komunikasi, dan kepemimpinan yang kuat.
  • Memiliki kemampuan bahasa Inggris lisan dan tulisan yang baik.
  • Mampu bekerja secara efektif baik secara mandiri maupun sebagai bagian dari tim multidisiplin.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Indonesia Public Laboratory System Strengthening (PMU InPULS) Project

1. Posisi Procurement Consultant

Dengan kualifikasi sebagai berikut:
  • Lulusan S2 di bidang Manajemen Rantai Pasok, Manajemen, Administrasi Bisnis, atau bidang terkait.
  • Sertifikasi profesional di bidang Pengadaan, Manajemen Rantai Pasok, atau Pengadaan Publik menjadi nilai tambah.
  • Memiliki pengalaman minimal tujuh tahun dalam pengadaan jasa konsultansi, barang, dan pekerjaan konstruksi.
  • Memiliki pengalaman minimal lima tahun dalam prosedur pengadaan Pemerintah Indonesia (Perpres PBJ) dan/atau regulasi pengadaan internasional (World Bank, ADB, AIIB, IsDB, atau mitra pembangunan lainnya).
  • Memiliki pengalaman yang terbukti dalam mengelola proses pengadaan, administrasi kontrak, evaluasi penawaran, dan pemantauan pengadaan.
  • Pengalaman dalam proyek sektor kesehatan menjadi nilai tambah.
  • Memiliki kemampuan analisis dan pemecahan masalah yang kuat.
  • Memiliki kemampuan komunikasi dan interpersonal yang sangat baik.
  • Menguasai perangkat lunak pengadaan dan aplikasi Microsoft Office.
  • Memiliki kemampuan bahasa Inggris lisan dan tulisan yang baik.
  • Mampu bekerja secara efektif dalam lingkungan tim dan di bawah tekanan.

2. Posisi Contract Management Consultant

Terdapat kualifikasi sebagai berikut:
  • Lulusan S2 di bidang Administrasi Bisnis, Hukum, Manajemen Kontrak, atau bidang terkait.
  • Sertifikasi profesional di bidang Pengadaan dan/atau Manajemen Kontrak menjadi nilai tambah.
  • Memiliki pengalaman minimal lima tahun dalam manajemen kontrak, diutamakan pada proyek pembangunan internasional.
  • Memiliki pengalaman yang terbukti dalam mengelola proses pengadaan internasional, administrasi kontrak, dan kepatuhan kontrak.
  • Memiliki pengalaman bekerja pada proyek yang didanai pinjaman luar negeri, hibah, atau donor (World Bank, ADB, AIIB, IsDB, USAID, dan lain-lain) sangat diutamakan.
  • Memahami prosedur Pemerintah Indonesia dan pengaturan implementasi proyek.
  • Memiliki kemampuan analisis dan pemecahan masalah yang kuat.
  • Memiliki kemampuan negosiasi, komunikasi, dan interpersonal yang sangat baik.
  • Memiliki kemampuan yang terbukti dalam mengelola banyak kontrak dan pemangku kepentingan secara efektif.
  • Menguasai perangkat lunak pengadaan dan aplikasi Microsoft Office.
  • Memiliki kemampuan bahasa Inggris lisan dan tulisan yang baik.
  • Mampu bekerja secara efektif dalam lingkungan tim dan di bawah tekanan. (Adrian Bachtiar)

(Eko Nordiansyah)