Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menemui Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, di Istana Perdana Menteri Singapura. ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta.
Pramono Tawarkan Singapura Investasi Bangun MRT Fase 3-4 dan TOD
Achmad Zulfikar Fazli • 16 June 2026 15:23
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membuka peluang investasi bagi Singapura pada proyek MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4, serta Transit-Oriented Development (TOD). Peluang investasi ini disampaikan Pramono saat menemui Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong di Istana Perdana Menteri Singapura.
Pramono menginginkan penguatan investasi dari Singapura untuk berbagai program pembangunan, termasuk inisiatif-inisiatif transformasi perkotaan yang mendukung Jakarta menuju kota global.
“Berinvestasi di Jakarta saat ini berarti memperoleh akses ke salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Arus investasi yang mengalir ke Jakarta akan berkontribusi pada pertumbuhan Indonesia, memperkuat perekonomian ASEAN, serta menciptakan nilai tambah bagi mitra regional, termasuk Singapura,” kata Pramono, dalam keterangan tertulis, dilansir dari Antara, Selasa, 16 Juni 2026.
Selain menawarkan peluang investasi pada sektor transportasi dan pengembangan kawasan perkotaan, Gubernur Pramono menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menghadirkan iklim investasi yang mudah, transparan, efisien, dan konsisten. Menurut dia, kepastian kebijakan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor.
“Kami ingin para pelaku bisnis Singapura mengetahui bahwa Jakarta berkomitmen untuk mempermudah investasi, dengan aturan yang jelas, proses yang efisien, dan kebijakan yang konsisten. Saya meyakini kepercayaan dan kolaborasi yang kita perkuat hari ini akan membawa kita pada kesuksesan bersama,” kata Pramono.
.jpg)
Ilustrasi MRT Jakarta. Dok MI/Susanto
Baca Juga:
Pendapatan MRT Jakarta Capai Rp1,5 Triliun pada 2025 |
Dalam pertemuannya dengan PM Wong, Pramono menyampaikan pengalaman panjangnya di pemerintahan menjadi modal penting dalam membangun komunikasi yang efektif dengan berbagai mitra strategis, termasuk Singapura.
Pertemuan ini juga memperkuat kembali komunikasi yang terbangun antara Pramono dan PM Lawrence Wong sejak keduanya bertugas di pemerintahan nasional. Saat itu, Pramono menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, sedangkan Lawrence Wong memegang sejumlah posisi strategis di Pemerintah Singapura.
Pengalaman tersebut juga mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta menyelaraskan kebijakan nasional dengan implementasinya di tingkat daerah guna memberikan kepastian bagi investor.
“Pengalaman saya sebagai Sekretaris Kabinet selama dua periode dan kini sebagai Gubernur Jakarta memungkinkan saya menjembatani kebijakan nasional dengan implementasinya di tingkat daerah. Hal ini penting untuk memberikan kepastian dan kepercayaan bagi para investor,” ungkap Pramono.