Mukorobbin Ngadiman, 42, penjual cilok, calon haji asal Semarang, Jawa Tengah. (MTVN/Triawati Prihatsari)
Nabung Rp5.000 Sehari, Penjual Pentol di Semarang Naik Haji Setelah 22 Tahun
Triawati Prihatsari • 29 April 2026 11:25
Boyolali: Raut muka Mukorobbin Ngadiman, 42 tampak sumringah saat ditemui di Asrama Donohudan, Boyolali. Warga Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, itu bersyukur bisa mewujudkan keinginannya menunaikan rukun Islam kelima tahun ini, meski hanya seorang penjual pentol.
Ia menuturkan, keinginannya untuk menunaikan ibadah haji sudah diniatkan sejak 22 tahun lalu, tepatnya pada 2004 sebelum berkeluarga. Sejak saat itu, ia menyisihkan uang penjualan pentolnya Rp5000- Rp10 ribu per hari.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Mukorobbin yang tergabung di Kloter 21 Kabupaten Semarang berhasil mengumpulkan Rp25,5 juta, dan langsung menggunakannya untuk mendaftar haji. Selanjutnya, sambil menunggu kursi pemberangkatan, ia semakin giat berjualan dan kembali menabung untuk pelunasan biaya haji.
"Saya sejak sebelum punya istri sudah kepingin ke Mekkah. Akhirnya saya jualan pentol. Saya menabung Rp10.000, ya Rp5.000 setiap hari. Dari menabung terkumpul uang Rp25,5 juta. Akhirnya saya buat daftar haji," ujar Mukorobbin, di Asrama Donohudan, Rabu, 29 April 2026.
Kini, Mukorobbin berangkat dengan hati gembira setelah berhasil menabung puluhan tahun. Ia berharap ibadah hajinya dapat diterima Allah SWT.
"Perasaannya senang sekali. Mau gimana-gimana pokoknya berangkat. Semoga ibadah saya bisa diterima oleh Allah. Katanya dulu waktu mondok itu melengkapi rukun Islam. Jadi sudah komplit (sempurna) rukun Islamnya," ungkap Mukorobbin.
Baca Juga :
Kasi Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia mengatakan hingga Selasa, 28 April 2026, Embarkasi Solo telah memberangkatkan 22 kloter, dengan sejumlah 7.913 calon jemaah haji.
"Jumlah calon jemaah haji yang sudah diberangkatkan menuju Tanah Suci sebanyak 20 kloter, sebanyak 7.166 Jemaah," ujar Nabiila.