Penggerebekan markas scamming di Denpasar, Bali. Metro TV
Puluhan WNA Korban Penyekapan di Bali Diduga Diperkerjakan Sindikat Online Scamming
Saifullah • 30 April 2026 09:33
Denpasar: Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi penculikan puluhan warga negara asing (WNA) di kawasan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Penggerebekan ini dilakukan setelah polisi menerima laporan dari Kedutaan Besar Filipina di Jakarta. Laporan tersebut menyebut adanya dugaan penculikan terhadap warga negara Filipina yang akan dipekerjakan sebagai operator scam atau penipuan daring.
Aparat gabungan dari Satreskrim Polresta Denpasar dan Polsek Kuta langsung mengevakuasi puluhan orang dalam penggerebekan di salah satu guest house di wilayah Kuta Selatan tersebut.
Penggerebekan yang dipimpin langsung Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo D. Simatupang, mendapati 27 WNA. Mereka terdiri atas warga Filipina dan Kenya yang tidak dilengkapi paspor atau dokumen keimigrasian. Selain itu, petugas juga menemukan tiga orang warga Indonesia di lokasi yang sama.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan saat penggerebekan petugas menemukan beberapa kamar yang telah dimodifikasi menjadi ruang kerja.
"Petugas mendapati beberapa kamar telah dimodifikasi menjadi ruang kerja yang dilengkapi perangkat elektronik seperti laptop serta jaringan internet Starlink," ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya di Denpasar, Kamis, 30 April 2026.
Petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Rinciannya berupa puluhan handphone, laptop, iPad, perangkat internet, serta atribut yang menyerupai instansi penegak hukum luar negeri.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
Seluruh WNA yang diamankan masih menjalani pendataan dan pemeriksaan intensif. Tim gabungan dari Polresta Denpasar, Polsek Kuta, Ditreskrimum, dan Dit Siber Polda Bali mendalami dugaan tindak pidana yang terjadi.
Penyidik juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi Bali. Langkah ini untuk mengecek status keberadaan WNA tersebut selama di Bali.