Ilustrasi: petugas membawa jenazah untuk dishalatkan di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. ANTARA/Wahyu Putro A/tom
Calon Haji Kampar Wafat saat Salat Sunah di Masjid Nabawi
Silvana Febiari • 30 April 2026 17:25
Pekanbaru: Salah seorang calon haji asal Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 05, Dawanus Mahmud Muhammad (52) wafat saat berada di Kota Madinah, Arab Saudi.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau Defizon menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya calon haji di Masjid Nabawi pada Rabu, 29 April 2026.
"Atas nama pribadi dan instansi, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala," kata Defizon, dilansir dari Antara, Kamis, 30 April 2026.
Berdasarkan laporan yang diterima, lanjutnya, almarhum wafat saat tengah melaksanakan ibadah salat sunah. Terkait penyebab kematian, berdasarkan diagnosa medis dari dr. Cipta Pedra Sahdi, calon haji tersebut diketahui mengalami acute myocardial infarction atau serangan jantung akut secara mendadak.
Proses pemulasaraan jenazah telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di Tanah Suci. Jenazah Dawanus Mahmud Muhammad kini telah diberangkatkan dan dimakamkan di kompleks pemakaman Baqi, Madinah.

Menanggapi kekhawatiran keluarga mengenai status ibadah almarhum, Defizon menegaskan pemerintah menjamin pemenuhan hak-hak ibadah jemaah. Mengingat almarhum wafat sebelum pelaksanaan wukuf, maka secara otomatis almarhum akan mendapatkan fasilitas badal haji yang dikelola langsung oleh petugas haji.
"Keluarga di Tanah Air tidak perlu risau, karena jemaah yang meninggal sebelum puncak haji akan dibadalhajikan oleh petugas. Seluruh proses dan hak-hak almarhum akan kami selesaikan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah," jelas Defizon.
Hingga saat ini, Dawanus tercatat sebagai calon haji pertama asal Riau yang wafat pada musim haji tahun 1447 Hijriah ini. Kanwil Kemenhaj Riau, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memantau kesehatan jemaah lainnya dan memberikan pelayanan maksimal, baik dalam kondisi sehat maupun sakit, hingga yang wafat di Tanah Suci.