Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Selasa, 26 Mei 2026. ANTARA/HO-PVMBG
Gunung Semeru Erupsi Lima Kali, Tinggi Letusan Capai 1 Km
Silvana Febiari • 26 May 2026 10:57
Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur erupsi sebanyak lima kali. Tinggi letusan 600 meter hingga 1.000 meter atai 1 kilometer (km) di atas puncak.
"Erupsi pertama terjadi pada pukul 01.05 WIB dengan tinggi kolom letusan abu vulkanik teramati sekitar 600 meter di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dilansir dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurutnya kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 128 detik.
Erupsi kedua terjadi pada pukul 05.31 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat, serta terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 12 mm dan durasi 122 detik.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pukul 05.54 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat, erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 13 mm dan durasi 122 detik.
"Erupsi keempat terjadi pukul 06.28 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat," tuturnya.
Ia mengatakan erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 17 mm dan durasi 109 detik. Selang waktu dua jam kemudian, Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 08.37 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut.
"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 142 detik," ujarnya.

Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, lanjut dia, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ungkapnya.
Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," tuturnya.