Air Dingin dan Keruh, Ribuan Ikan di Waduk Jatiluhur Mati

ikan ikan yang mati secara massal di Waduk Jatiluhur Purwakarta.

Air Dingin dan Keruh, Ribuan Ikan di Waduk Jatiluhur Mati

Media Indonesia • 23 January 2026 17:30

Purwakarta: Hujan yang terus mengguyur kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, mengakibatkan kematian massal ikan di keramba jaring apung (KJA). Petani ikan diperkirakan menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Ribuan ikan mati terlihat mengambang di hampir setiap unit KJA yang berjejer di tengah danau. Setiap keramba biasanya berisi ratusan ekor ikan jenis mas, patin, dan nila. Menurut Roni, salah seorang petani ikan, kondisi ini dipicu oleh hujan yang turun setiap hari. Tidak adanya cahaya matahari menyebabkan suhu air menurun dan menjadi keruh.

"Faktor cuaca, air dingin, air butek, jadi penyebab kematian ikan secara masal," kata Roni dikutip Media Indonesia, Jumat, 23 Januari 2026.

Roni mengaku telah dua kali mengalami kejadian serupa, yang terakhir terjadi empat tahun lalu dengan kondisi nyaris sama saat musim penghujan panjang. Ia yang memiliki 32 unit KJA menyebut hampir semua ikannya mati. Kerugian yang ia derita mencapai ratusan juta rupiah.


"Minimal rugi Rp 200 juta. Ikan udah bisa dipanen, udah masuk pasar, tapi ya gini jadinya," ungkapnya.

Sementara itu, para pekerja dan petani lain sibuk mengumpulkan ikan-ikan yang mati untuk dibersihkan. Sebagian petani memilih memanfaatkan ikan yang masih terlihat segar untuk diolah menjadi ikan asin.

"Ikan yang sudah mati namun masih terlihat segar akan dimanfaatkan untuk menjadi ikan asin. Nanti bisa dijual kembali untuk menambal kerugian akibat kematian massal ini," kata Aan, seorang petani lainnya.

Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan usaha budidaya perikanan dengan sistem KJA terhadap dampak perubahan cuaca ekstrem.


ikan ikan yang mati secara massal di Waduk Jatiluhur Purwakarta.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)