Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf. Foto: Istimewa.
Manasik Haji Digelar 5 Kali, Menhaj: Mantapkan Kesiapan Jamaah
Anggi Tondi Martaon • 21 January 2026 17:46
Jakarta: Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengatakan pembinaan manasik haji dilaksanakan sebanyak lima kali. Hal itu sebagai bagian dari upaya memantapkan kesiapan ibadah dan pemahaman jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
"Pembinaan manasik haji dilaksanakan lima kali, terdiri atas empat kali di tingkat kecamatan dan satu kali di tingkat kabupaten atau kota," kata Gus Irfan dikutip dari Antara, Rabu, 21 Januari 2026.
Gus Irfan menjelaskan pelaksanaan pembinaan manasik haji dilakukan oleh kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di tingkat kabupaten dan kota. Pelaksanaan manasik didukung oleh para pembimbing ibadah haji yang telah diseleksi secara ketat.
Menurut Gus Irfan, Kemenhaj telah menyeleksi sebanyak 685 pembimbing Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (BPIHU). Hal itu dilakukan guna memastikan kualitas pembinaan manasik yang diberikan kepada jamaah.
Baca Juga :
Menhaj Ungkap Alasan Petugas Haji 2026 Dilatih Semimiliter
Selain itu, Kemenhaj telah menerbitkan pedoman manasik haji terintegrasi yang berlaku di tingkat kabupaten, kota, dan kecamatan. Pedoman tersebut dilengkapi dengan buku manasik haji yang memuat ketentuan perizinan dan akreditasi haji khusus serta umrah.Gus Irfan menegaskan Kemenhaj berkomitmen penuh untuk menghadirkan penyelenggaraan haji tahun 2026 yang lebih profesional, transparan, serta berorientasi pada keamanan, kenyamanan, dan peningkatan kualitas layanan kepada jamaah.

Ilustrasi manasik haji. Foto: Antara.
Gus Irfan menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga terkait, serta dukungan pimpinan dan anggota Komisi VIII DPR RI menjadi pilar utama dalam memastikan seluruh rangkaian persiapan penyelenggaraan haji dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu.
"Penyelenggaraan haji memiliki tanggung jawab besar yang tidak hanya menuntut ketepatan regulasi dan kesiapan teknis, tetapi juga integritas, ketulusan, dan kesungguhan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamu Allah," ujar Gus Irfan.