Kondisi Dua Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS Stabil Usai Jalani Operasi

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Kombes Polisi dr. Budi Susanto. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Kondisi Dua Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS Stabil Usai Jalani Operasi

Silvana Febiari • 12 May 2026 11:30

Palembang: Dua korban selamat dalam kecelakaan bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan dalam kondisi stabil setelah menjalani operasi pembersihan jaringan rusak akibat luka bakar. Kedua korban, Ngadiono dan Jumiatun, saat ini masih menjalani perawatan intensif dan pemantauan medis lanjutan.

"Adapun operasi yang dilakukan adalah pengangkatan jaringan yang rusak atau yang sudah mati di bagian-bagian tubuh yang terpapar akibat luka bakar. Juga di situ kita membersihkan kotoran-kotoran yang masih tersisa atau menempel di bagian-bagian tubuhnya," kata Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Komisaris Besar Polisi dr. Budi Susanto, dilansir dari Antara, Selasa, 12 Mei 2026. 

Ia menjelaskan kondisi Ngadiono menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Luas luka bakar yang dialami korban kini berkurang menjadi sekitar 30 persen dan segera dipindahkan ke ruang rawat bedah biasa.
 


Kemudian, kondisi Jumiatun lebih berat karena mengalami trauma inhalasi akibat menghirup asap saat kejadian dan masih menggunakan alat bantu napas di ruang ICU. Selain mengalami luka bakar, korban juga mengalami kerusakan jaringan saraf, tulang dan tendon pada delapan jari tangan kanan dan kiri.

"Dari gambaran, ini kiri kanan ya. Jadi, kanan sekitar empat jari, yang kiri empat jari. Dari telunjuk sampai jari kelingking, itu yang terbakar habis sehingga jaringannya rusak, tulang-tulangnya juga rusak," jelasnya.

Saat ini, tim medis masih terus memantau kondisi jari korban secara intensif. Kerusakan jaringan yang cukup parah membuat korban kemungkinan harus menjalani amputasi.


Kecelakaan bus ALS. ANTARA FOTO/Rio Roma Dhoni/Lmo/kye


Di sisi lain, Rumah Sakit Bhayangkara Palembang juga masih melanjutkan proses identifikasi terhadap 17 kantong jenazah korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus ALS tersebut. Pihak rumah sakit menyebut hasil identifikasi resmi baru dapat diumumkan setelah hasil uji DNA selesai dilakukan dan diperkirakan keluar pada Rabu, 13 Mei 2026. 

"Keluarga kita minta bersabar, juga rekan-rekan media juga bersabar. Kita agar jangan salah memberikan statement ya karena ini kan terkait satu identitas yang harus kita berikan secara valid dan bisa dipertanggungjawabkan," ungkap Budi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)