Presiden AS Donald Trump mengakhiri kunjungannya di Beijing, Tiongkok. Foto: Xinhua
Trump Tinggalkan Tiongkok usai Pertemuan Dua Hari dengan Xi Jinping
Muhammad Reyhansyah • 15 May 2026 16:48
Beijing: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meninggalkan Tiongkok pada Jumat, 15 Mei 2026 setelah menjalani pembicaraan selama dua hari dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pertemuan penting antara pemimpin dua ekonomi terbesar dunia.
Trump menaiki Air Force One di Bandara Beijing Capital setelah menghadiri jamuan teh resmi dan makan siang pada hari terakhir pertemuannya dengan Xi sebelum meninggalkan Zhongnanhai, kompleks kediaman resmi pemimpin Tiongkok.
Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi melepas keberangkatan Trump di bandara. Tentara berdiri berbaris di depan Air Force One sementara para pelajar mengibarkan bendera kedua negara selama upacara pelepasan.
Berbicara kepada wartawan saat menikmati jamuan teh bersama Xi, Trump memuji hubungannya dengan presiden Tiongkok tersebut dan menyebut relasi mereka "sangat kuat."
Trump mengatakan dirinya dan Xi sepakat bahwa mereka tidak ingin Iran memiliki senjata nuklir.
"Kami ingin selat itu terbuka. Kami ingin ini segera diakhiri karena situasinya gila, sedikit gila. Ini tidak baik dan tidak boleh terjadi," katanya merujuk pada situasi di Selat Hormuz, dikutip dari Anadolu, Jumat, 15 Mei 2026.
Xi Singgung Hubungan Lama dengan Trump
Saat menyambut Trump, Xi menjelaskan makna historis Istana Zhongnanhai yang pernah menjadi kediaman banyak pemimpin Tiongkok sebelumnya.Xi juga mengenang sambutan Trump untuk dirinya di resor Mar-a-Lago, Florida, pada 2017. "Saya memilih tempat ini secara khusus untuk membalas keramahan yang diberikan kepada saya," kata Xi.
Kunjungan Trump ke Tiongkok berlangsung di tengah konflik Timur Tengah yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan itu memicu balasan Teheran terhadap Israel dan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk serta menyebabkan penutupan Selat Hormuz.
Saat ini gencatan senjata tanpa batas waktu masih berlaku. Tiongkok terus menyerukan dialog di kawasan tersebut, sementara Washington menuduh Beijing mendukung kemampuan militer dan ekonomi Iran.
Trump tiba di Beijing pada Rabu malam waktu setempat untuk kunjungan yang awalnya dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret namun tertunda akibat perang Iran.
Perjalanan tersebut menjadi kunjungan pertama presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat ke Tiongkok dalam sembilan tahun. Trump terakhir kali mengunjungi Beijing pada 2017 saat masa jabatan pertamanya.