Kesehatan Hewan Kurban di Tangsel Diperiksa untuk Minimalisir Penyakit

Sapi kurban. Foto: dok BAZNAS.

Kesehatan Hewan Kurban di Tangsel Diperiksa untuk Minimalisir Penyakit

Hendrik Simorangkir • 12 May 2026 17:57

Tangerang: Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir potensi penjualan hewan kurban yang sakit.

"Untuk pengawasan kesehatan hewan kurban di lapak-lapak, kami sudah mulai melakukan penyisiran. Untuk lapak-lapak kita selalu keliling dan melaksanakan pemeriksaan kesehatan, dan itu masih gratis," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) DKPPP Tangsel, Pipit Surya Yuniar, Selasa, 12 Mei 2026.

Berdasarkan laporan per 30 April 2026, tercatat sekitar 1.300 ekor hewan kurban telah masuk ke Tangsel. Mayoritas hewan tersebut berasal dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Lampung. Namun, jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah menjelang Iduladha.
 


"Data kami diperoleh melalui aplikasi lalu lintas ternak ISIKHNAS milik Kementerian Pertanian yang mencatat pergerakan hewan ternak antarwilayah. Angka saat ini masih sedikit dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, jumlah hewan yang masuk tercatat mencapai lebih dari 20 ribu ekor," jelas Pipit. 

Pipit menjelaskan, hewan kurban yang masuk ke Tangsel dari luar daerah pada umumnya sudah mendapatkan vaksinasi dari daerah asal sebelum dikirim. 

"Sejauh ini, belum ditemukan hewan kurban yang tidak layak jual di lapak musiman. Namun, ada beberapa sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat perjalanan jauh dan dapat kembali pulih setelah diberikan vitamin maupun suplemen," kata Pipit.

Selain pengawasan kesehatan, pihaknya juga mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan LSD (Lumpy Skin Disease/Penyakit Kulit Berbenjol). Ia memastikan kasus LSD di Tangsel masih nihil. 

"Sedangkan untuk PMK, vaksinasi masih rutin dilakukan terhadap ternak lokal. Sampai April ini sudah sekitar 250 ekor yang divaksin," ungkap Pipit.


Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) DKPPP Tangsel, Pipit Surya Yuniar. Metrotvnews.com/ Hendrik

Kebutuhan Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang Meningkat

Sementara itu, kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Tangerang pada Iduladha tahun ini diproyeksikan meningkat dibandingkan tahun 2025. Jumlah kebutuhan hewan kurban diperkirakan mencapai 35 ribu ekor, atau naik beberapa ribu ekor dari tahun sebelumnya.

"Tahun ini diperkirakan naik menjadi 35 ribu ekor untuk ketersediaan kebutuhan hewan kurban itu. Sebelumnya tahun lalu itu ada di 32.936 ekor hurban yang dibutuhkan masyarakat," ungkap Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKP Kabupaten Tangerang, Joko Ismadi.

Joko menuturkan sekitar 35 ribu ekor hewan kurban disiapkan pada Iduladha tahun ini, dengan estimasi kenaikan hingga 10 persen. Kenaikan tersebut disebabkan oleh bertambahnya lapak pedagang hewan di Kabupaten Tangerang.

"Persediaan hewan kurban di tahun ini meningkat juga, soalnya ada beberapa tambahan lapak pedagang. Tahun lalu itu ada 635 lapak pedagang hewan," kata Joko. 

Berdasarkan data tahun 2025, ketersediaan hewan kurban mencapai 32.936 ekor, yang terdiri atas 8.367 ekor sapi, 66 ekor kerbau, 4.410 ekor kambing, dan 20.093 ekor domba. Puluhan ribu hewan kurban tersebut di Kabupaten Tangerang didatangkan dari berbagai wilayah di Indonesia.

?"Untuk wilayah tidak ada yang berubah. Yang banyak itu memang dari daerah Jawa Timur, kemudian Lampung, Bima, Bali, Tasik, Cianjur dan Garut," jelas Joko.

Untuk memastikan kelayakan hewan kurban, pihaknya akan melakukan pengawasan di sejumlah titik penjualan hewan di berbagai kecamatan di Kabupaten Tangerang. Selain itu, pemeriksaan kesehatan hewan juga akan dilakukan, meliputi pemeriksaan administrasi dan fisik.

"Petugas nanti akan mendatangi hewan kurban tersebut di tiap lapak pedagang. Kita akan selalu memantau dan memeriksa kelayakan hewan kurban itu melalui pengecekan kesehatan," ungkap Joko. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)