Warga Jaksel Diingatkan Kurangi Penggunaan Air Tanah

Ilustrasi - Sejumlah warga mengambil air dari tanah. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Warga Jaksel Diingatkan Kurangi Penggunaan Air Tanah

Achmad Zulfikar Fazli • 26 April 2026 18:32

Jakarta: Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan mengingatkan warga untuk mengurangi penggunaan air tanah. Sebab, permukaan muka tanah di Ibu Kota terus menurun setiap tahun.

"Setiap tahun tinggi muka air (TMA) tanah terus menurun. Karena itu, kami mengimbau agar penggunaan air tanah bisa dikurangi," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Selatan, Junjung Paulus, saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 26 April 2026.

Junjung mengatakan penurunan tinggi muka air tanah menjadi perhatian serius. SDA Jakarta Selatan juga terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah penurunan tinggi muka tanah.

Dia menyebut penggunaan air perpipaan menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk menekan eksploitasi air tanah. Pemerintah menargetkan pengelolaan air yang lebih berkelanjutan, bahkan mengarah pada kondisi nol penurunan air tanah seperti yang diterapkan di Singapura.

SDA Jakarta Selatan juga akan mengoptimalkan pengelolaan sembilan waduk yang ada di wilayahnya. Pada musim kemarau, air akan ditampung untuk kebutuhan tertentu, seperti penyiraman tanaman.

“Selama ini saat musim hujan, air langsung dialirkan ke sungai agar waduk bisa menampung air baru. Namun ke depan, saat kemarau, air akan kami manfaatkan untuk kebutuhan lain,” ucap dia.


Ilustrasi kawasan padat penduduk di Jakarta. Foto: MI

Baca Juga: 

BOPPJ Percepat Sistem Perlindungan Terintegrasi Pantura Jawa

Dia mengingatkan warga untuk menggunakan air secara bijak, terutama saat musim kemarau. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan penurunan muka tanah atau land subsidence menjadi salah satu faktor utama yang dapat memperparah banjir di Jakarta.

Hasil pengolahan citra satelit menunjukkan sejumlah wilayah Jakarta mengalami penurunan muka tanah hingga lebih dari 10 centimeter per tahun.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN Budi Heru Santosa mengatakan penurunan muka tanah dipicu oleh dua faktor utama, yakni kondisi alami lapisan tanah aluvial Jakarta yang mudah terkompaksi serta aktivitas manusia, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)