Jembatan Perintis Reje Payung Aceh Tengah Tuntas Dibangun

Jembatan gantung Reje Payung (Jembatan Perintis Garuda III). Foto: Istimewa.

Jembatan Perintis Reje Payung Aceh Tengah Tuntas Dibangun

Anggi Tondi Martaon • 3 August 2026 13:35

Jakarta: TNI Angkatan Darat (AD) di bawah Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) merampungkan pembangunan jembatan gantung Reje Payung, Kecamatan Linge, Aceh Tengah. Hasil pembangunan tersebut diapresiasi.

Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekosntruksi (PRR) Safrizal ZA, menilai keberadaan Jembatan Gantung Reje Payung tersebut sangat penting. Sebab, memulihkan konektivitas, mempermudah mobilitas masyarakat, serta mendongkrak perekonomian di desa-desa terpencil atau wilayah pascabencana.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras TNI dan masyarakat, serta dukungan dari pihak-pihak lainnya, jembatan perintis Garuda III di Linge telah selesai dibangun. Dengan demikian, aktivitas warga dalam berbagai kepentingan, sudah dapat kembali berjalan normal,” ujar Safrizal, melalui keterangan tertulis, 3 Agustus 2026.

Dirjen Bina Adwil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berpesan supaya dalam menghadapi persoalan pascabencana, semua pihak harus bersatu padu. Persatuan akan menambah mutu penanganan. 

“Seperti kata pepatah, bersatu kita teguh, ribut-ribut kita runtuh,” ujar Safrizal.

Berasarkan Informasi yang diterima Satgas PRR Posko Wilayah Aceh, pada Minggu, 2 Agustus 2026, jembatan gantung yang dalam nomenklatur resminya disebut Jembatan Perintis Garuda III di wilayah kerja Komando Distrik Militer (Kodim) 0106/Aceh Tengah, telah membentang di atas Sungai Jamboaye. 

Seluruh personel TNI yang terlibat disebut lega karena berhasil menyelesaikan tugas tersebut. Demikian juga masyarakat setempat, khususnya warga Desa Reje Payung dan Desa Jamat, yang berbahagia karena setelah empat bulan proses pembangunannya, jembatan perintis tersebut telah selesai.

Kebahagiaan juga terlihat pada keluarga besar SD Negeri 10 Linge. Sebab, tidak lama lagi para guru dan murid-murid SDN 10 Linge, sudah dapat bersatu kembali dalam lokasi belajar yang sama.

Jembatan gantung Reje Payung (Jembatan Perintis Garuda III). Foto: Istimewa.

Jembatan Perintis Garuda III membentang di atas badan sungai selebar 90 meter. Dua main cable yang membentang menanggung beban badan jembatan. 

Sedangkan dua tiang yang berada di masing-masing sisi sungai dicat merah putih. Warna cat yang sama juga terlihat pada block angkur berfungsi untuk mengunci dan menahan gaya tarikan horizontal dari kabel utama. 

Pembangunan jembatan gantung tersebut melibatkan personil TNI dari Koramil 05/Linge, 12 personel Batalyon Teritorial Pembangunan 854/Dharma Kersaka (Yon TP 854/DK) yang bermarkas induk di Pameu, Aceh Tengah, 1 personel asistensi dari Zeni Kodam (Engineering Division) Iskandar Muda, dan tiga masyarakat setempat.

Safrizal mengatakan, TNI hadir langsung ke lokasi bencana, sebagai bagian dari keluarga besar Indonesia. Program jembatan perintis Garuda, merupakan program strategis nasional dari Pemerintah Pusat yang pelaksanaan pembangunanya dilakukan secara gotong royong oleh TNI.

(Anggi Tondi)