BNPB Tambah Pesawat dan Bahan Semai untuk Modifikasi Cuaca di Kalteng

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat koordinasi di Posko OMC Bandara Tjilik Riwut, Jumat, 31 Juli 2026. Dokumentasi BNPB

BNPB Tambah Pesawat dan Bahan Semai untuk Modifikasi Cuaca di Kalteng

Whisnu Mardiansyah • 1 August 2026 12:49

Palangkaraya: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ditingkatkan dengan penambahan pesawat, stok bahan semai, dan operasi hingga malam hari. Pemadaman darat juga diperkuat.

"Baru saja kita rapat koordinasi sambil melihat OMC oleh tim gabungan, setiap hari BMKG melihat apakah bisa dilaksanakan OMC? Jadi bisa tidaknya OMC itu sangat bergantung pada awan hujan. Tidak ada alasan untuk tidak terbang selama masih ada potensi pertumbuhan awan hujan. Jadi tidak terbangnya kalau tidak ada awan hujan saja," kata Kepala BNPB Letjen TNI  Suharyanto dalam rapat koordinasi di Posko OMC Bandara Tjilik Riwut, Jumat, 31 Juli 2026

Penyemaian bahan semai Natrium Klorida (NaCl) diprioritaskan di Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya. Pemantauan juga dilakukan di Kotawaringin Timur.

"Ini akan menjadi atensi kami, semua pihak yang terlibat dalam OMC ini, saya perintahkan agar kalau ada pertumbuhan awan arahkan ke tempat-tempat yang terjadi pembakaran," kata Suharyanto.

Operasi ini diharapkan meningkatkan peluang hujan, mempercepat pemadaman dan pendinginan lahan gambut, serta mencegah kebakaran meluas. Suharyanto juga menekankan pentingnya stok bahan semai. BNPB menyetujui penambahan pesawat OMC dan perluasan pangkalan di Pangkalan Bun.
 


"Saya ijinkan juga kalau ada penambahan kemudian saya ijinkan juga penambahan satu di Pangkalan Bun satu, di sini (Tjilik Riwut) satu," terangnya.

Hingga Jumat, 31 Juli, OMC menggunakan pesawat Caravan dengan durasi terbang 4 jam. Sebanyak 2.000 kg NaCl disebar di area 1.777,60 km². Stok NaCl di Posko OMC 6.000 kg. Sebelumnya, OMC tahap pertama di Kalteng pada 16–30 Juni 2026 berlangsung 63 jam 18 menit, 31 sorti, dan menggunakan 31.000 kg bahan semai.

Suharyanto menekankan penguatan Satgas Darat dengan pengerahan personel ke titik api prioritas. Setelah api padam, Satgas Darat harus segera melakukan pendinginan lahan gambut.

"Apinya sudah padam, tetapi karena lahan gambut harus segera didinginkan sampai asap itu betul-betul hilang, dan yang paling efektif dan efisien memang hujan, makanya satgas udara dan darat harus betul-betul bekerja maksimal," katanya.


Ilustrasi-Pemadaman kebakaran semak belukar dan limbah kain di kawasan Gunung Paseban, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (istimewa).

BNPB akan mendistribusikan peralatan seperti bahan pemadam, pompa air, dan flexible tank. Flexible tank diisi air dari heli water bombing untuk digunakan petugas darat memadamkan asap.

"Tapi hasil dari rapat tadi disampaikan bahwa flexible tank itu nanti diisi air dari heli water bombing. Jadi heli water bombing yang sekarang ada bergerak dua, sementara dua unit di titik ini (Pulang Pisau), di samping memadamkan api, juga mengisi flexible tank. Nah, nanti pasukan daratnya dari flexible tank itu menggunakan pompa kecil disiram di asap-asap yang masih mengepul," jelas Suharyanto.

BNPB juga mengerahkan 10 personel untuk pendampingan teknis. Kepala BNPB meminta pemerintah daerah memastikan perlengkapan, logistik, dan uang harian bagi personel lapangan agar moril dan kesiapan fisik tetap terjaga selama operasi karhutla.

(Whisnu M)