Tim DPAA Amerika Serikat menyelesaikan misi investigasi di Biak untuk mencari artefak dan personel militer AS yang hilang di era PD II. (TNI AU)
Tim AS Telusuri Jejak Tentara Hilang Era Perang Dunia II di Biak
Willy Haryono • 3 August 2026 16:05
Biak: Tim Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA) Amerika Serikat menyelesaikan misi investigasi di Pulau Biak, Papua, pada 20–23 Juli 2026 sebagai langkah awal memperluas pencarian artefak sejarah dan jenazah personel militer AS yang hilang sejak Perang Dunia II.
Misi tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani pada 13 April 2026 mengenai kerja sama pencarian dan identifikasi personel militer AS yang hilang di Indonesia.
Tim DPAA didampingi perwakilan Kantor Atase Pertahanan (DAO) Kedutaan Besar AS di Jakarta selama menjalankan misi di Biak.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi bertemu dengan Panglima Komando Operasi Udara III TNI Angkatan Udara, Marsekal Muda (Marsda) TNI Azhar Aditama, untuk menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI dalam proses penyerahan artefak bersejarah serta kemungkinan jenazah warga negara Amerika Serikat kepada DPAA.
"Kemitraan kami dengan Pemerintah Indonesia, khususnya dukungan luar biasa dari para pemimpin seperti Marsda TNI Azhar Aditama, merupakan landasan keberhasilan kami di kawasan ini," kata Wakil Direktur DPAA untuk kawasan Indo-Pasifik sekaligus pimpinan misi, Letnan Kolonel Korps Marinir AS Jeremy Smith.
"Kami sangat berterima kasih atas komitmen mereka terhadap upaya kemanusiaan ini," lanjutnya, dalam keterangan di situs Kedubes AS di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Telusuri Jejak Pertempuran Biak
Selain bertemu dengan pejabat setempat, dua sejarawan DPAA, Dr. Kyle Bracken dan Dr. Alex Peterson, melakukan investigasi lapangan di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan Pertempuran Biak pada 1944.Mereka lebih dahulu bertemu para tetua adat untuk membangun hubungan dengan masyarakat sebelum mengumpulkan sejarah lisan dan melakukan survei di lokasi-lokasi yang diduga berkaitan dengan hilangnya personel militer AS.
Selama berada di Biak, tim DPAA juga menggelar kegiatan bersama masyarakat, antara lain membagikan bola sepak dan permen kepada anak-anak serta mengunjungi sekolah di Desa Parai.
Dalam kunjungan tersebut, tim memberikan presentasi mengenai Pertempuran Biak dan menjelaskan misi global DPAA dalam mencari serta mengidentifikasi personel militer Amerika Serikat yang hilang saat bertugas.
Delegasi juga mengunjungi tugu peringatan Perang Dunia II yang berada di Pulau Biak.
Misi yang Bersifat Pribadi
Bagi Jeremy Smith, kunjungan ke Biak memiliki makna emosional karena berkaitan dengan sejarah keluarganya.Paman buyutnya, Sersan Teknis Henry "Buddy" Daugherty dari Angkatan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat, tewas dalam kecelakaan pesawat angkut C-47 di Biak pada 27 September 1944.
"Berdiri di tempat paman buyut saya gugur 82 tahun lalu, bukan hanya sebagai seorang Marinir dalam sebuah misi resmi, tetapi juga sebagai anggota keluarga yang memberikan penghormatan kepadanya, merupakan kehormatan seumur hidup," ujar Smith.
"Inilah yang dilakukan DPAA. Kami menepati janji bangsa kami untuk tidak pernah meninggalkan mereka yang gugur," tambahnya.
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan kunjungan bersama DPAA dan DAO tersebut menjadi bagian dari komitmen memperkuat kerja sama kemanusiaan dan pelestarian sejarah dengan Indonesia berdasarkan MoU yang telah disepakati kedua negara pada April 2026.
Baca juga: Bom Pesawat Peninggalan Perang Dunia II Ditemukan di Ambon