Cegah Banjir Susulan di Tapanuli Tengah, Tebing Sungai Sigala-gala Diperkuat

Ilustrasi: Tumpukan balok-balok kayu yang terbawa banjir menghancurkan rumah beserta fasilitas umum di Lingkungan IV, Kelurahan Hutanabolon, Tukka, Tapanuli Tengah Sumatera Utara, Minggu (7/12/2025). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

Cegah Banjir Susulan di Tapanuli Tengah, Tebing Sungai Sigala-gala Diperkuat

Lukman Diah Sari • 4 August 2026 13:52

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbaiki sekaligus memperkuat struktur tebing Sungai Sigala-gala di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, untuk mencegah potensi banjir dan longsor susulan. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan perkuatan tebing sungai dilakukan melalui penataan jumbo bag serta normalisasi alur sungai.

"Tim BNPB turun langsung memantau pengerjaan normalisasi dan pembangunan tanggul tanah menggunakan jumbo bag di Kelurahan Sipange," kata dia, melansir Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.

Dia menjelaskan perkuatan tebing sungai ditargetkan sepanjang kurang lebih 400 meter dengan menyusun sekitar 1.000 jumbo bag, dengan progres per Selasa, 4 Agustus, mencapai 47 jumbo bag. Bahkan dalam waktu dekat BNPB mendatangkan penambahan 4.000 jumbo bag dari luar daerah.

Proyek perbaikan aliran Sungai Sigala-gala ini penting agar warga setempat bisa kembali beraktivitas dengan aman dari bahaya banjir bandang-longsor khususnya ketika hujan deras. Alur aliran sungai tersebut rusak pasca-banjir besar yang membawa batang pohon tumbang akhir tahun 2025 lalu.

"Langkah mitigasi ini diperkuat melalui pembagian peran, di mana Dinas PUPR Tapanuli Tengah menangani normalisasi bagian hulu, sedangkan Dinas SDA Provinsi Sumut memobilisasi alat berat di hilir sungai," ujar Abdul.


Ilustrasi: Banjir melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-BPBD Tapanuli Tengah

Dia mengakui bahwa cuaca yang tak menentu dan masih sering diguyur hujan secara mendadak, bahkan berlangsung dari pagi hingga sore, menjadi tantangan pelaksanaan pekerjaan normalisasi sungai dan pembangunan tanggul.

"Derasnya hujan juga menyebabkan debit Sungai Silaga-laga kembali meningkat sehingga menggerus tebing sungai yang berada dekat dengan permukiman warga," jelas Abdul.

(Lukman Diah Sari)