Cek Kesehatan Gratis (CKG). Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Cek Kesehatan Gratis Bantu Pengendalian Pasien Hipertensi dan Diabetes
Fachri Audhia Hafiez • 16 July 2026 18:48
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat capaian positif dari evaluasi berkala program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hasil sementara menunjukkan 35,4 persen pasien hipertensi dan 33,1 persen pasien diabetes melitus yang terdeteksi pada 2025 telah melakukan pemeriksaan ulang tahun ini, dengan tingkat keberhasilan pengendalian gula darah dan tekanan darah yang signifikan.
"Sementara pada pasien diabetes melitus, sekitar 33,1 persen telah kembali melakukan pemeriksaan, dan 69,4 persen diantaranya berhasil mencapai pengendalian kadar gula darah," ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 16 Juli 2026.
Baca Juga :
Cakupan CKG di Jakpus Capai 274.925 Peserta
Budi menjelaskan bahwa mulai tahun ini, program CKG tidak lagi sekadar mendeteksi. Namun, sudah memasuki tahap tata laksana atau pengobatan berkelanjutan bagi para penderita penyakit kronis.
"Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa skrining harus diikuti dengan pengobatan yang rutin dan pengendalian penyakit. Negara seperti Korea berhasil menurunkan kematian akibat penyakit kardiovaskular melalui pendekatan yang dikenal sebagai Triple 80," lanjut Budi.
Adopsi Strategi Dunia
Pemerintah tengah mengadopsi strategi global tersebut dengan target menyaring 80 persen masyarakat, mengobati 80 persen penderita, dan memastikan 80 persen di antaranya berhasil terkendali. Kemenkes optimistis langkah ini akan menekan angka fatalitas akibat stroke dan jantung di Indonesia.
"Dia menjelaskan pendekatan itu yakni 80 persen masyarakat diskrining, 80 persen penderita diobati, dan 80 persen diantaranya berhasil terkendali. Itulah arah yang sedang kita bangun di Indonesia," tambah Budi.
.jpg)
Cek Kesehatan Gratis (CKG). Foto: Dok. Istimewa.
Hingga 5 Juli 2026, tercatat sebanyak 59,6 juta warga telah mengikuti program CKG. Kemenkes membidik total 130 juta kepesertaan hingga akhir tahun ini, memanfaatkan momentum tahun ajaran baru sekolah untuk menggenjot partisipasi massal.
"Semakin banyak masyarakat yang melakukan cek kesehatan, semakin dini penyakit dapat ditemukan dan diobati. Tujuan kita bukan sekadar mengetahui siapa yang sakit, tetapi memastikan masyarakat tetap sehat dan produktif. Karena itu, CKG menjadi investasi kesehatan bangsa dalam jangka panjang," ucap Budi.