Indikasi Menguat Militer AS Bertanggungjawab Atas Pengeboman Sekolah Putri di Iran

Puing dari sekolah keputrian di Iran yang diserang Israel dan AS. Foto: Anadolu

Indikasi Menguat Militer AS Bertanggungjawab Atas Pengeboman Sekolah Putri di Iran

Muhammad Reyhansyah • 10 March 2026 12:02

Washington: Militer Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar bertanggung jawab atas pengeboman sekolah perempuan di Iran.

Serangan pada 28 Februari 2026 yang menewaskan sekitar 168 orang yang sebagian besar anak-anak, menurut laporan media AS pada Senin, 9 Maret 2026.

Melansir Anadolu, Selasa, 10 Maret 2026, laporan tersebut mengutip sumber yang mengetahui penilaian intelijen awal mengenai serangan tersebut.

Menurut sumber yang berbicara kepada CBS News, sekolah itu kemungkinan tidak sengaja menjadi target dan mungkin terkena serangan karena kesalahan, diduga akibat intelijen lama yang masih mengidentifikasi area tersebut sebagai bagian dari pangkalan militer.

Dua sumber mengatakan kepada CBS bahwa militer Israel tidak beroperasi di wilayah itu saat kejadian. Temuan tersebut juga dikonfirmasi oleh seorang sumber pemerintah Israel yang mengatakan negaranya tidak terlibat.

Gedung Putih mengatakan kepada CBS bahwa penyelidikan masih berlangsung dan menyebut tidak bertanggung jawab serta keliru untuk menarik kesimpulan pada tahap ini.

Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mengatakan ia percaya serangan itu “dilakukan oleh Iran”, namun tidak memberikan bukti. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga menyatakan penyelidikan masih berlanjut.


Indikasi Serupa

Laporan CBS sejalan dengan analisis sebelumnya dari Bellingcat dan The New York Times yang menemukan bukti bahwa rudal Tomahawk, senjata yang diketahui hanya dimiliki oleh AS di antara pihak-pihak yang berperang menghantam kompleks Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di dekat sekolah tersebut.

Beberapa media lain juga menunjuk kemungkinan keterlibatan AS berdasarkan citra satelit, video yang dipastikan lokasi pengambilannya, serta analisis para ahli.

The Wall Street Journal melaporkan, mengutip seorang pejabat Amerika, bahwa penyelidik militer AS menilai pasukan Amerika kemungkinan bertanggung jawab, meski belum ada kesimpulan akhir. Pejabat itu juga menyebut ada indikasi bangunan tersebut pernah digunakan sebagai markas IRGC.

Sementara itu, analisis BBC Verify menemukan beberapa titik dampak dan bekas kebakaran di sekitar sekolah dan fasilitas IRGC di dekatnya. Para analis mengatakan pola kerusakan menunjukkan penggunaan amunisi penembus.

Rekonstruksi oleh The Guardian juga menunjukkan sekolah tersebut berada tepat di sebelah kompleks IRGC dan hanya dipisahkan oleh tembok yang dibangun beberapa tahun terakhir.

Media Middle East Eye, mengutip korban selamat dan petugas pertama di lokasi, melaporkan kemungkinan adanya serangan “double-tap”, yaitu ledakan kedua yang terjadi tidak lama setelah ledakan pertama dan mengenai orang-orang yang telah berlindung.

Sementara itu, CBC News mencatat bahwa serangan tersebut terjadi bersamaan dengan gelombang pertama serangan AS–Israel di wilayah selatan Iran.

UNESCO menyebut kematian para siswa sebagai “pelanggaran berat” terhadap perlindungan fasilitas pendidikan dalam hukum humaniter internasional dan menyerukan penyelidikan penuh. Hingga kini tidak ada pihak yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)