Presiden Prancis Emmanuel Macron siapkan armada ke Selat Hormuz. Foto: WEF
Prancis dan Sekutu Siapkan Misi Militer untuk Buka Kembali Selat Hormuz
Fajar Nugraha • 10 March 2026 10:30
Paphos: Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan pada Senin, 9 Maret, bahwa Prancis bersama sekutunya tengah mempersiapkan misi "defensif untuk membuka kembali Selat Hormuz yang lumpuh akibat perang”.
Hal ini disampaikan Macron dalam kunjungan kerja ke Siprus, seiring konflik di Timur Tengah yang memasuki pekan kedua.
Macron menjelaskan bahwa misi tersebut bertujuan untuk mengawal kapal kontainer dan tangker minyak agar lalu lintas energi global dapat kembali normal.
"Ini sangat krusial bagi perdagangan internasional serta aliran gas dan minyak yang harus bisa keluar dari kawasan ini lagi," ujar Macron di Paphos, Siprus, seperti dikutip Channel News Asia, Selasa, 9 Maret 2026.
Dalam konferensi pers bersama Presiden Siprus Nikos Christodoulides dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, Macron menegaskan bahwa misi dukungan ini akan melibatkan negara-negara Eropa maupun non-Eropa. Langkah ini diambil setelah Uni Eropa menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan operasi perlindungan maritim di Timur Tengah.
Macron juga memberikan peringatan keras terkait keamanan wilayah Uni Eropa. Mengingat Siprus sempat menjadi sasaran serangan drone buatan Iran pada awal Maret, Macron menegaskan posisi tegas Prancis.
"Ketika Siprus diserang, maka seluruh Eropa juga diserang," tegas Macron. Sementara itu, PM Yunani Mitsotakis menambahkan bahwa pihak sekutu tidak akan membiarkan sejengkal pun wilayah Eropa terancam bahaya.
Sebagai bentuk respons nyata, Prancis telah mengerahkan kapal induk Charles de Gaulle ke Laut Mediterania, lengkap dengan kapal fregat dan unit pertahanan udara. Macron dijadwalkan meninjau langsung kesiapan personel di atas kapal induk tersebut yang saat ini bersiaga di lepas pantai Kreta.
Operasi angkatan laut Prancis ini dilaporkan akan memobilisasi delapan kapal fregat untuk pengamanan jangka panjang dan dua kapal helikopter amfibi untuk fleksibilitas operasi. Cakupan wilayahnya, meliputi Mediterania Timur, Laut Merah, hingga Selat Hormuz.
Lalu lintas maritim di Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi seperlima pasokan minyak mentah dunia, hampir terhenti total sejak perang pecah pada 28 Februari. Prancis berkomitmen memperkuat Operasi Aspides milik Uni Eropa guna memastikan kebebasan navigasi dan keamanan maritim dari ancaman serangan militer maupun milisi yang didukung Iran.
Selain membahas aspek militer, Istana Elysee mengonfirmasi bahwa Macron telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas situasi terkini di Timur Tengah dan Lebanon guna meredam eskalasi lebih lanjut.
(Kelvin Yurcel)