Disokong Ramadan, Penjualan Eceran Diprediksi Naik pada Februari 2026

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Disokong Ramadan, Penjualan Eceran Diprediksi Naik pada Februari 2026

Eko Nordiansyah • 10 March 2026 15:35

Jakarta: Bank Indonesia (BI) berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) memprakirakan kinerja penjualan eceran pada Februari 2026 meningkat, baik secara tahunan (year-on-year/yoy) maupun secara bulanan (month-to-month/mtm).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan hal itu tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2026 yang secara tahunan diprakirakan tumbuh sebesar 6,9 persen (yoy) serta secara bulanan tumbuh sebesar 4,4 persen (mtm).

Secara tahunan, menurut dia, kinerja penjualan eceran Februari 2026 didorong oleh meningkatnya penjualan mayoritas kelompok, terutama kelompok suku cadang dan aksesori (tumbuh 13,6 persen yoy), perlengkapan rumah tangga lainnya (4,9 persen yoy), dan subkelompok sandang (8,4 persen yoy).

"Sedangkan secara bulanan, peningkatan penjualan eceran pada Februari 2026 terutama didorong oleh kelompok peralatan informasi dan komunikasi (2,5 persen mtm), bahan bakar kendaraan bermotor (4,7 persen mtm), dan subkelompok sandang (9,6 persen mtm)," kata dia dalam keterangannya lansir dari Antara, Selasa, 10 Maret 2026.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Didorong momen Ramadan-Lebaran

Peningkatan IPR pada mayoritas kelompok, menurut dia, sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat saat Ramadan dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah.

Terkait realisasi pada Januari 2026, IPR secara tahunan tumbuh sebesar 5,7 persen (yoy), terutama didukung oleh pertumbuhan penjualan kelompok barang budaya dan rekreasi. Lalu makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang.

Sementara itu, secara bulanan, penjualan eceran pada Januari 2026 terkontraksi sebesar 2,7 persen (mtm) sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah HBKN Natal dan Tahun Baru.

Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan yang akan datang, yaitu April 2026, diprakirakan turun, sementara pada enam bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026, diprakirakan meningkat.

Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) April 2026 sebesar 153,9, lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada Maret 2026 sebesar 175,7, seiring normalisasi harga pasca-HBKN Idulfitri 1447 Hijriah.

Sedangkan IEH Juli 2026 diprakirakan sebesar 157,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada Juni 2026 sebesar 156,3, didorong oleh peningkatan harga saat tahun ajaran baru.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)