Update Penanganan Karhutla di Sejumlah Wilayah

BPBD Kabupaten Sumedang bersama Pemadan Kebakaran dan aparat terkait melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jabar. Foto: BPBD Sumedang.

Update Penanganan Karhutla di Sejumlah Wilayah

Anggi Tondi Martaon • 29 July 2026 11:07

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebakaran di sejumlah wilayah berhasil dipadamkan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, sejumlah karhutla yang berhasil ditangani berada di Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat (Jabar). Luas lahan yang terbakar mencapai tiga hektare. 

"Berkat penanganan cepat oleh tim gabungan, api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke area sekitar," kata Abdul melalui keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2026.

Karhutla juga menghanguskan sekitar tiga hektare lahan tebu siap panen di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa, 28 Juli 2026. Api berhasil dipadamkan. 

"Dan kondisi lokasi telah dinyatakan aman," ungkap Abdul.

Selain itu, Abdul menyampaikan karhutla di Riau melanda 15.372,88 hektare lahan per Senin, 27 Juli 2026. Penambahan luasan kebakaran terjadi di Desa Rawa Sekip, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu sekitar 0,5 hektare. 

"Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan operasi udara oleh BNPB bersama pemerintah daerah," sebut Abdul.

Di Sumatra Selatan (Sumsel), luas lahan terbakar sejak awal tahun mencapai 664,87 hektare yang tersebar di 12 kabupaten, dengan total 520 kejadian karhutla hingga 28 Juli 2026. Abdul menyampaikan BNPB terus melakukan operasi udara untuk mendukung pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran.

Di Jambi, luas lahan terbakar mencapai 213,05 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten dan dua kota per 28 Juli 2026. Tim Operasi Udara BNPB terus mendukung upaya penanganan bersama pemerintah daerah.

Di Kalimantan Barat (Kalbar), total luas lahan terbakar mencapai 28.680,47 hektare berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan per 25 Juli 2026. Operasi udara dan pemadaman darat masih dilakukan untuk menekan potensi perluasan kebakaran.

Di Kalimantan Tengah (Kalteng), total luas lahan terbakar hingga Minggu, 26 Juli 2026, mencapai 1.268,33 hektare, bertambah sekitar 83,89 hektare dibandingkan sebelumnya. BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat operasi udara untuk mempercepat penanganan di wilayah terdampak.

Sementara itu, total luas lahan terbakar di di Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai 1.029,75 hektare. Pemerintah provinsi masih memberlakukan status siaga darurat hingga 31 Oktober 2026.

"Sementara operasi udara dan darat terus dilaksanakan," ujar Abdul.

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Istimewa.

Di Provinsi Aceh, kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat masih dalam proses pemadaman dan penyekatan. Hingga Selasa, 28 Juli 2026, total luas lahan terbakar mencapai 13 hektare dan beberapa titik asap masih terpantau sehingga proses pendinginan terus dilakukan.

Sementara itu, karhutla di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil dikendalikan. Meski titik api tidak lagi terpantau, petugas tetap memantau untuk mengantisipasi munculnya kebakaran susulan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Upaya pencegahan karhutla perlu diperkuat dengan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, meningkatkan patroli di wilayah rawan, serta memastikan ketersediaan sumber air yang dapat diakses untuk penanganan dini.

Mengantisipasi potensi ancaman bahaya, masyarakat dapat mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan instansi terkait, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya agar dapat segera ditangani. Kesiapsiagaan dan respons cepat seluruh unsur menjadi kunci dalam meminimalkan risiko serta dampak bencana.

(Anggi Tondi)