Puluhan Politisi Demokrat Boikot Pidato Kenegaraan State of the Union Trump

Presiden AS Donald Trump. (EPA-EFE)

Puluhan Politisi Demokrat Boikot Pidato Kenegaraan State of the Union Trump

Willy Haryono • 25 February 2026 13:35

Washington: Sebanyak 30 legislator dari Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) memboikot Presiden Donald Trump yang menyampaikan pidato State of the Union di hadapan Kongres AS di Gedung Capitol di Washington pada Selasa, 24 Februari 2026.

Aksi boikot pidato kenegaraan Trump ini sarat muatan politik menjelang pemilu sela pada November mendatang.

Dalam sambutannya, Trump menegaskan kebijakannya telah memperkuat pasar kerja dan industri manufaktur domestik. Ia menyebut perubahan ekonomi terbaru sebagai “a turnaround for the ages” dan mengajak publik mendukung Partai Republik dalam pemilu.

Anggota Partai Republik menyambut pidato dengan seruan “USA! USA!”, sementara sebagian besar anggota Demokrat tetap duduk tanpa bertepuk tangan. Sekitar 30 legislator Demokrat memilih memboikot acara dan menghadiri kegiatan tandingan bertajuk “People’s State of the Union” di luar Capitol.

Senator Chris Murphy dalam acara tersebut menyatakan bahwa presiden membuat institusi ini menjadi bahan ejekan dan tidak pantas mendapatkan audiens. Aksi ini mencerminkan meningkatnya ketegangan politik menjelang pemilu sela.

Dilansir dari media Outlook News, di awal sidang, anggota Dewan Perwakilan dari Texas, Al Green, berdiri sambil mengangkat poster bertuliskan “Black people aren’t apes.”

Poster itu merujuk pada video yang sempat diunggah akun Trump dan menggambarkan mantan Presiden Barack Obama serta Michelle Obama sebagai kera, sebelum akhirnya dihapus Gedung Putih.

Green kemudian dikawal keluar dari ruang sidang. Dalam pidato yang sama, Trump juga menganugerahkan “Presidential Medal of Freedom” kepada Connor Hellebuyck, penjaga gawang tim hoki es nasional, sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Trump Peringatkan Risiko Pemakzulan Jika Partai Republik Kalah Pemilu Sela

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)