Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
IHSG Dibuka Naik ke Level 6.688 Pagi Ini
Eko Nordiansyah • 10 September 2026 09:27
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis, 10 September 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 6.688,175.
IHSG dibuka menguat 9,98 poin atau 0,15 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,96 poin atau 0,30 persen ke posisi 666,21.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG juga bergerak menguat sebanyak 3,746 poin setara 0,06 persen ke level 6.681,947. IHSG berada di level tertinggi 6.712 dan terendah di 6.677.
Sebanyak 239 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 242 saham emiten lainnya melemah, dan 241 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp4,284 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 7,522 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp11.712,169 triliun.
Baca Juga :
Rupiah Kamis Pagi Dibuka ke USD17.512/USD
(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
IHSG diperkirakan cenderung mixed
Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 9 September 2026, IHSG ditutup melemah 8,24 poin atau 0,12 persen ke level 6.678,20.Pelemahan IHSG disebabkan adanya profit taking investor sembari mencermati perkembangan sentimen global yang kurang kondusif, seiring kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik AS–Iran yang meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi suku bunga tinggi lebih lama.
Dari data ekonomi, Bank Indonesia mencatat bahwa indeks keyakinan konsumen Indonesia naik ke level 118,5 pada Agustus 2026, mengakhiri tren penurunan dalam tiga bulan sebelumnya.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari Dow Jones melemah 0,77 persen. Pelemahan tersebut dipicu oleh kenaikan yield obligasi dan harga minyak akibat eskalasi konflik AS–Iran, yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan membuat investor memperkirakan suku bunga The Fed akan tetap tinggi lebih lama.
Kondisi ini mendorong naiknya biaya pinjaman perusahaan dan berpotensi menekan margin serta permintaan konsumen, terutama karena perusahaan AI/hyperscaler juga harus membayar bunga lebih tinggi untuk membiayai ekspansi data center.
Di sisi lain, beberapa saham teknologi besar seperti Alphabet dan Amazon melemah setelah pengumuman investasi dan pendanaan besar.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed sembari terus mencermati perkembangan tensi geopolitik Timur Tengah yang berpengaruh terhadap harga minyak mentah dunia,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.