Rupiah Kamis Pagi Dibuka ke USD17.512/USD

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Kamis Pagi Dibuka ke USD17.512/USD

Eko Nordiansyah • 10 September 2026 09:13

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di pagi ini mengalami pelemahan. Rupiah melemah terhadap dolar AS yang masih mengalami tekanan domestik.

Mengutip data Bloomberg, Kamis, 10 September 2026, rupih berada di level Rp17.512 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah satu poin atau setara 0,01 persen dari Rp17.511 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.547 per USD. Rupiah bergerak menguat dari Rp17.613 per USD pada pembukaan perdagangan sebelumnya.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Rupiah diprediksi lanjutkan penguatan

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak menguat. Mata uang rupiah diproyeksi bergerak naik 50 poin ke Rp17.480 per USD.

Ibrahim menyebut, penguatan rupiah ditopang oleh data penjualan ritel otomotif dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Pada Agustus 2026, IKK tercatat sebeser 118,5, lebih tinggi dibandingkan di bulan Juli sebesar 116,8.

Sementara itu, penjualan ritel mobil melonjak tinggi di bulan Agustus 2026 sebesar 7,7 persen atau 83.442 unit. Kondisi ini memberikan optimism pertumbuhan ekonomi 5,3 persen di kuartal III akan tercapai.

Selain itu, meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah dan di Eropa Timur juga mendorong rupiah. Di Timur Tengah, ada konflik antara AS dan Iran dan serangan kelompok Houthi Yaman ke wilayah Arab Saudi.

Di sisi lain, harga minyak Brent sempat menembus di atas USD100 per barel. Meski begitu, Ibrahim menyebut kenaikan harga minyak dunia masih diimbangi data positif ekonomi di dalam negeri.

“Ini cukup menarik karena pasar melihat data internal yang cukup bagus sehingga membuat pasar optimis arus modal asing kembali masuk ke dalam negeri,” kata Ibrahim.

(Eko Nordiansyah)