Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Beri Iran Deadline 10–15 Hari untuk Capai Kesepakatan Nuklir
Willy Haryono • 20 February 2026 07:32
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran pada Kamis, 19 Februari 2026, bahwa Teheran harus mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau menghadapi “hal yang sangat buruk.”
Trump juga menetapkan tenggat waktu sekitar 10 hingga 15 hari ke depan, yang memicu ancaman balasan dari Iran terhadap pangkalan militer AS di kawasan jika terjadi serangan.
Di tengah peningkatan besar kehadiran militer AS di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran perang lebih luas, Trump mengatakan negosiasi dengan Iran berjalan baik, namun menegaskan Teheran harus mencapai kesepakatan yang “bermakna.”
“Jika tidak, hal buruk akan terjadi,” kata Trump dalam pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace) di Washington.
Dikutip dari France 24, Trump juga menyinggung serangan udara AS pada Juni lalu, dengan mengatakan kemampuan nuklir Iran telah “dihancurkan,” dan menambahkan bahwa AS mungkin akan melangkah lebih jauh atau tidak.
“Anda akan mengetahuinya dalam waktu sekitar 10 hari ke depan,” katanya. Kepada wartawan di Air Force One, ia menambahkan, “Saya pikir itu waktu yang cukup, 10 sampai 15 hari, maksimal.”
Namun, Trump tidak merinci langkah yang akan diambil, selain mengulangi peringatannya bahwa Iran harus mencapai kesepakatan.
Iran Ancam Balas Jika Diserang
Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Iran menyatakan tidak akan memulai perang, namun akan merespons jika diserang.“Semua pangkalan, fasilitas, dan aset pihak yang bermusuhan di kawasan akan menjadi target yang sah,” kata Iran dalam surat tersebut.
Iran juga menyatakan Amerika Serikat akan bertanggung jawab penuh atas konsekuensi yang tidak terduga.
Ketegangan meningkat seiring pengerahan kapal induk, kapal perang, dan jet tempur AS ke kawasan. Rusia juga memperingatkan risiko eskalasi dan menyerukan semua pihak menahan diri.
Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung
Perundingan antara Iran dan AS berlangsung di tengah perbedaan signifikan. Trump mengatakan “pembicaraan berjalan baik,” sementara seorang pejabat AS mengatakan Iran akan mengajukan proposal tertulis.Trump menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. “Anda tidak bisa memiliki perdamaian di Timur Tengah jika mereka memiliki senjata nuklir,” katanya.
Iran bersikeras program nuklirnya untuk tujuan damai dan menolak membahas isu lain seperti program rudal.
Ketegangan meningkat sejak serangan terhadap fasilitas nuklir Iran tahun lalu serta pengerahan militer tambahan oleh AS di kawasan.
Baca juga: Rusia Peringatkan Dampak Serius Jika AS Serang Iran Lagi