Prancis Tegaskan Eropa Mampu Jaga Keamanan Sendiri Tanpa Bantuan AS

Menlu Prancis Jean-Noel Barrot. (Anadolu Agency)

Prancis Tegaskan Eropa Mampu Jaga Keamanan Sendiri Tanpa Bantuan AS

Muhammad Reyhansyah • 28 January 2026 11:38

Paris: Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menegaskan bahwa negara-negara Eropa mampu dan harus bertanggung jawab atas keamanan mereka sendiri. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas komentar Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte yang menyebut Eropa tidak dapat mempertahankan diri tanpa dukungan Amerika Serikat (AS).

“Tidak, Mark Rutte yang terhormat. Orang-orang Eropa bisa dan harus mengambil alih tanggung jawab atas keamanan mereka sendiri,” tulis Barrot melalui X, dikutip dari Anadolu, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa pandangan tersebut juga sejalan dengan sikap Amerika Serikat. “Bahkan Amerika Serikat setuju. Inilah pilar Eropa dalam NATO,” lanjutnya.

Sebelumnya, Rutte menyatakan Eropa tidak dapat membela diri tanpa keterlibatan Amerika Serikat. Dalam pidatonya di hadapan Komite Urusan Luar Negeri serta Komite Keamanan dan Pertahanan Parlemen Eropa di Brussels pada Senin, ia menepis gagasan bahwa Uni Eropa atau Eropa secara keseluruhan mampu berdiri sendiri dalam bidang pertahanan.

“Jika ada yang berpikir bahwa Uni Eropa, atau Eropa secara keseluruhan, dapat mempertahankan diri tanpa Amerika Serikat, teruslah bermimpi. Tidak bisa. Kami tidak bisa. Kami saling membutuhkan,” kata Rutte.

Ia juga memperingatkan potensi duplikasi besar jika Eropa membentuk Pasukan Pertahanan Eropa sendiri. “Akan ada banyak tumpang tindih,” ujarnya. “Saya ucapkan semoga berhasil jika Anda ingin melakukannya.”

Menurut Rutte, pembentukan kekuatan pertahanan baru akan memperumit situasi karena membutuhkan tambahan personel militer di luar struktur yang sudah ada. “Anda harus mencari pria dan perempuan berseragam, dan itu akan menambah kompleksitas,” katanya.

Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump berulang kali menyerukan agar sekutu-sekutu Eropa mengambil tanggung jawab yang jauh lebih besar atas pertahanan mereka sendiri.

Rutte, mantan Perdana Menteri Belanda, belakangan semakin dikenal sebagai sosok yang dijuluki “pembisik Trump." Ia kerap melontarkan pujian kepada Trump, bahkan ketika sejumlah pemimpin Eropa lain memilih bersikap lebih konfrontatif.

Ia juga disebut berhasil meredakan ketegangan terbaru antara Amerika Serikat dan Eropa setelah bertemu dengan Trump. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati sebuah “kerangka kerja” menuju kesepakatan masa depan terkait Greenland, yang membuat Washington menarik kembali ancaman penerapan tarif terhadap negara-negara yang menentang pengambilalihan wilayah Denmark itu.

Baca juga:  Sekjen NATO Mark Rutte Tegaskan Eropa Tak Bisa Bertahan Tanpa AS

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)