Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
Mengenal Stres Finansial: Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Eko Nordiansyah • 27 January 2026 14:40
Jakarta: Stres finansial menjadi isu yang semakin relevan di tengah tingginya biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi. Kondisi ini bukan sekadar masalah keuangan, tetapi memiliki kaitan kompleks dengan kesehatan mental seseorang. Berikut informasi lengkapnya dilansir dari laman DJKN Kemenkeu dan DBS Digibank.
Pengertian stres finansial
Stres finansial didefinisikan sebagai kondisi ketidakseimbangan, ketidakpastian, dan risiko dalam pengelolaan sumber daya serta pengambilan keputusan keuangan. Masalah ini muncul ketika seseorang merasa tidak mampu memenuhi kebutuhan finansial, baik karena penghasilan terbatas, pengeluaran tak terduga, atau utang yang menumpuk.Hubungan antara keuangan dan kesehatan mental bersifat timbal balik. Di satu sisi, masalah keuangan dapat memicu kecemasan dan depresi. Di sisi lain, gangguan mental seperti kecemasan dapat menyebabkan perilaku keuangan tidak sehat, seperti pengeluaran impulsif, yang justru memperburuk kondisi keuangan.
Dampak stres finansial
Jika tidak dikelola dengan baik, stres finansial dapat berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental. Tekanan akibat masalah keuangan kerap menyebabkan gangguan tidur karena pikiran terus dipenuhi kekhawatiran, yang pada akhirnya memengaruhi daya tahan tubuh dan produktivitas.Stres juga dapat menurunkan perhatian terhadap perawatan diri, seperti malas makan, mandi, atau berolahraga. Pola tidur dan makan yang terganggu berpotensi memicu perubahan berat badan yang tidak sehat. Dalam jangka panjang, stres finansial bahkan dapat berkembang menjadi rendahnya rasa percaya diri, depresi, hingga gangguan mental yang lebih serius.

(Ilustrasi. Metrotvnews.com/Eko Nordiansyah)
Penyebab stres finansial
Beberapa faktor umum yang memicu stres finansial antara lain adalah:- Penghasilan terbatas: Ketidaksesuaian antara pendapatan dan kebutuhan hidup.
- Pengeluaran tak terduga: Biaya mendadak yang tidak terkover dalam anggaran.
- Terlilit utang: Beban cicilan yang menguras sebagian besar penghasilan.
- Gaya hidup konsumtif: Kebiasaan belanja berlebihan di luar kemampuan, seringkali dipicu oleh gengsi.
- Musibah atau keadaan darurat: Peristiwa tak terduga yang memerlukan dana besar tanpa adanya persiapan.
Cara mencegah atau mengatasi stres finansial
Mengatasi stres finansial memerlukan komitmen untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan dalam mengelola uang. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil:- Latih kesadaran finansial: Akui dan pahami kondisi keuangan Anda saat ini tanpa menghakimi diri sendiri. Sadari uang adalah alat, bukan sumber kebahagiaan tunggal.
- Buat dan patuhi anggaran (budgeting): Catat semua pemasukan dan pengeluaran. Prioritaskan kebutuhan pokok dan alokasikan dana untuk tabungan darurat.
- Kendalikan gaya hidup: Tekan kebiasaan konsumtif dan belanja impulsif. Tanyakan pada diri sendiri apakah suatu pembelian benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat.
- Kelola utang dengan bijak: Jika memiliki utang, buat strategi pelunasan yang jelas. Hindari mengambil utang baru untuk menutupi gaya hidup.
- Cari penghasilan tambahan atau bantuan: Manfaatkan keterampilan untuk mencari sumber pendapatan lain. Jangan ragu mencari bantuan profesional, seperti konsultan keuangan, jika merasa kewalahan.
- Berikan apresiasi pada diri sendiri: Rayakan pencapaian keuangan kecil untuk membangun motivasi, bukan dengan berbelanja, tetapi dengan cara yang sehat dan tidak memberatkan anggaran.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com