Delcy Rodriguez resmi dilantik sebagai presiden interim Venezuela pada Senin, 5 Januari 2026. (Anadolu Agency)
Venezuela Lantik Presiden Interim usai Maduro Mengaku Tak Bersalah di Pengadilan AS
Willy Haryono • 6 January 2026 06:30
Caracas: Venezuela melantik Delcy Rodriguez sebagai presiden interim dalam sidang parlemen yang dibuka dengan tuntutan agar Amerika Serikat membebaskan pemimpin yang digulingkan, Nicolas Maduro.
Dikutip dari BBC, Selasa, 6 Januari 2026, Rodriguez yang menjabat wakil presiden sejak 2018 mengaku terpukul atas apa yang ia sebut sebagai “penculikan” terhadap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang ditangkap pasukan AS dalam operasi semalam pada Sabtu.
Dua jam sebelumnya, dalam suasana dramatis di ruang sidang pengadilan New York, Maduro bersikeras bahwa ia masih merupakan presiden Venezuela saat menyatakan tidak bersalah atas empat dakwaan terkait perdagangan narkoba dan terorisme.
Sementara itu, Amerika Serikat menghadapi kecaman tajam di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Namun, duta besar AS menyatakan bahwa cadangan energi terbesar di dunia tidak dapat dibiarkan berada di tangan pemimpin yang tidak sah dan “buronan keadilan.”
Menjelang sidang pengadilan tersebut, Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat untuk membahas situasi di Venezuela. Duta Besar Venezuela untuk PBB, Samuel Moncada, mengatakan negaranya menjadi sasaran “serangan bersenjata tidak sah yang tidak memiliki dasar hukum apa pun.”
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Mike Waltz, membenarkan aksi tersebut dengan menyebut Maduro sebagai “presiden so-called yang tidak sah.” Waltz menambahkan bahwa AS melakukan “operasi penegakan hukum yang bersifat bedah (surgical)” untuk menangkap Maduro, yang juga ia sebut sebagai “buronan keadilan.”
Maduro didakwa melakukan konspirasi narco-terorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan perangkat peledak, serta konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan perangkat peledak.
Dalam sidang pengadilan pada Senin sore, seorang pengunjung ruang sidang berteriak dalam bahasa Spanyol kepada Maduro bahwa ia akan “membayar” atas perbuatannya. Maduro menoleh dan membalas bahwa dirinya adalah “presiden yang diculik” serta “tawanan perang,” sebelum digiring keluar dengan tangan diborgol bersama istrinya melalui pintu belakang pengadilan.
“Saya orang yang terhormat. Saya masih presiden negara saya,” kata Maduro sebelumnya dalam sidang yang berlangsung sekitar 30 menit.
Hakim Distrik AS Alvin Hellerstein (92) menyela pernyataan tersebut dan mengatakan bahwa akan ada “waktu dan tempat” untuk membahas semua klaim itu.
Baca juga: Di Balik Klaim Trump: Delcy Rodríguez dan Arah Transisi Venezuela