Kapolri Jenderal Listyo Sigit bersama perwakilan anggota Garda Satya NKRI. Metrotvnews.com/ Triawati
Kapolri Temui 6.500 Eks Anggota JI, Dorong Kontribusi untuk NKRI
Triawati Prihatsari • 30 August 2026 18:55
Solo: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan sekitar 6.500 eks anggota Jemaah Islamiyah (JI) yang kini tergabung dalam Garda Satya NKRI di Solo, Jawa Tengah, Minggu, 30 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut berlangsung di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dalam kesempatan itu, Listyo Sigit menegaskan keterbukaan negara terhadap para eks anggota JI yang telah kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Hari ini kami melaksanakan tasyakuran Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-81, sekaligus juga bertemu dengan keluarga besar mantan pejuang Jemaah Islamiyah yang saat ini tergabung dalam Garda Satya NKRI. Sebagaimana komitmen kita bahwa pasca kembali ke NKRI, tentunya seluruh keluarga besar Garda Nusantara, Garda Satya, memiliki keterpanggilan untuk bisa memberikan kontribusi yang nyata kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap Listyo, Minggu, 30 Agustus 2026.
Kapolri mengatakan para eks anggota JI yang membubarkan organisasi tersebut pada 2024 memiliki keinginan untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman mereka melalui berbagai bidang setelah kembali ke NKRI.
"Beliau-beliau semua selalu siap untuk berkontribusi dan siap juga untuk menghadapi berbagai macam ancaman, tantangan yang bisa membahayakan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," imbuh Listyo.
Listyo Sigit menyebut jumlah anggota Garda Satya NKRI masih berpotensi bertambah. Ia mengatakan kesempatan tetap terbuka bagi eks anggota JI yang belum bergabung dengan organisasi tersebut.
"Yang jelas jumlahnya masih ada, masih banyak. Dan tentunya kita sama-sama sepakat bahwa dengan program yang ada, tentu saudara-saudara kita yang mungkin masih harus memutuskan untuk bergabung ke Garda Satya NKRI, tentunya betul-betul tidak ragu-ragu lagi. Seperti tadi beliau sampaikan bahwa tidak ada tekanan, tidak ada paksaan, tapi ini lebih memunculkan panggilan dari hati nurani untuk bergabung ke Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam ikatan Garda Satya NKRI," tegas Listyo.
Ia menekankan proses bergabung dengan Garda Satya NKRI dilakukan tanpa tekanan ataupun paksaan. Para eks anggota JI diharapkan dapat berkontribusi melalui kemampuan masing-masing.
Ketua Garda Satya NKRI Ustaz Para Wijayanto mengapresiasi pendekatan yang dilakukan Polri terhadap para eks anggota JI. Ia mengatakan proses kembali ke NKRI dilakukan secara sukarela.
"Kami mewakili Garda Satya NKRI menyampaikan rasa terima kasih kepada Bapak Kapolri dan jajarannya yang mewakili negara. Kami kembali bukan berdasarkan tekanan, tapi memang perubahan metode dalam penanganan terorisme yang tepat, dan ini perlu didukung. Sehingga kami bisa berubah, membubarkan diri dengan sukarela berdasarkan musyawarah-mufakat, dan kembali ke NKRI. Kami ingin ke depannya bisa berkontribusi lebih banyak di NKRI," ungkap Wijayanto.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kegiatan tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus pertemuan Kapolri dengan anggota Garda Satya NKRI.