AS Tenggelamkan Kapal 'SPBU Terapung' yang Diduga Dukung Jaringan Narkoba

Militer AS menenggelamkan kapal yang diduga mendukung jaringan narkoba Los Choneros di Pasifik Timur. (Anadolu Agency)

AS Tenggelamkan Kapal 'SPBU Terapung' yang Diduga Dukung Jaringan Narkoba

Willy Haryono • 29 August 2026 11:58

Washington: Militer Amerika Serikat (AS) menenggelamkan sebuah kapal yang diduga digunakan sebagai “SPBU terapung” untuk mendukung jaringan perdagangan narkoba ilegal di kawasan Pasifik Timur.

Komando Selatan AS (SOUTHCOM) menyampaikan informasi tersebut melalui platform X pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurut SOUTHCOM dan dikutip Anadolu, intelijen AS menduga kapal tersebut digunakan untuk mendukung Los Choneros, kelompok kriminal yang berbasis di Ekuador dan disebut pemerintah AS sebagai organisasi “narko-teroris."

Amerika Serikat menetapkan Los Choneros sebagai Foreign Terrorist Organization (FTO) dan Specially Designated Global Terrorist (SDGT) pada September 2025.

Dalam operasi tersebut, pasukan AS yang dikerahkan dari kapal USS San Antonio (LPD 17) menaiki dan menggeledah kapal yang sebelumnya telah dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS.

Setelah operasi pemeriksaan selesai dan kapal dinyatakan aman, militer AS kemudian menenggelamkannya. Orang-orang yang dievakuasi dari kapal tersebut dilaporkan dikawal dengan aman menuju Ekuador.

AS Klaim Tekan Jaringan Narkotika

Komandan SOUTHCOM Jenderal Francis Donovan menyebut operasi tersebut sebagai “pukulan telak” terhadap jaringan perdagangan narkotika di kawasan tersebut.

Menurut Donovan, operasi itu menunjukkan kemampuan Koalisi AS untuk Memerangi Kartel dalam membongkar metode yang disebutnya sebagai taktik “narco-teroris” untuk mendukung distribusi narkoba menuju Amerika Serikat.

SOUTHCOM tidak merinci jenis kapal, jumlah orang yang berada di dalamnya, maupun bukti intelijen yang menjadi dasar dugaan bahwa kapal tersebut digunakan untuk memasok jaringan Los Choneros.

Operasi tersebut berlangsung di tengah peningkatan operasi militer AS terhadap jaringan yang dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba di kawasan Amerika Latin dan Pasifik Timur. (Razaqa Hariz)

Baca juga:  Militer AS Serang Teroris Narkoba di Karibia, Empat Orang Tewas

(Willy Haryono)