Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama Forkopincam meninjau SD Negeri 3 Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang kebanjiran, sehingga siswa diliburkan, Selasa (13/1/2026). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Banjir di Kudus Makin Meluas, 52 Sekolah Terapkan Belajar dari Rumah
Whisnu Mardiansyah • 13 January 2026 13:02
Kudus: Sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang terdampak banjir terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Aktivitas pembelajaran sementara dialihkan secara daring untuk menjamin keselamatan siswa dan guru.
“Kami mengapresiasi semangat para guru yang tetap menjalankan tugas mengajar di tengah kondisi banjir. SD Negeri 3 Pasuruhan Lor saat ini diliburkan, namun para guru tetap masuk dan melaksanakan pembelajaran secara daring,” kata Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat meninjau SD Negeri 3 Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati seperti dilansir Antara, Selasa, 13 Januari 2026.
Banjir yang terjadi sejak Jumat, 9 Januari 2026 itu akibat intensitas hujan tinggi telah merendam sejumlah wilayah dan mengganggu aktivitas pendidikan. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus kemudian mengeluarkan imbauan kepada seluruh satuan pendidikan terdampak.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, menyatakan data sementara mencatat 52 sekolah terdampak banjir. Jumlah ini dapat berubah seiring dengan tingginya curah hujan.
“Kami mengimbau seluruh sekolah mengutamakan keselamatan warga sekolah, terutama siswa. Jangan memaksakan kegiatan tatap muka apabila kondisi tidak memungkinkan dan berisiko,” ujar Anggun.
Disdikpora juga meminta sekolah untuk mengamankan aset penting dari kerusakan akibat genangan. Sebagai solusi, sekolah terdampak diperbolehkan melaksanakan KBM secara daring hingga kondisi aman.
Para guru diminta aktif memantau siswa melalui WhatsApp Group atau platform pembelajaran lain. Mereka juga dapat mengajukan izin Work From Anywhere atau toleransi keterlambatan.

Hingga pagi ini Selasa (13/1) pukul 05.30 WIB, banjir masih merendam jalur Pantura Kudus-Pati mengakibatkan kemacetan panjang.
Di lapangan, Guru Kelas 6 SD Negeri 3 Pasuruhan Lor, Muhammad Sa’id, menceritakan banjir mulai terjadi pada Senin (12/1) siang usai siswa pulang. Sekolah yang memiliki 78 siswa itu memutuskan meliburkan siswanya.
“Karena halaman sekolah tergenang banjir, maka siswa diliburkan. Sedangkan pembelajaran tatap muka diganti secara daring. Kami juga sudah melaporkan kondisi ke Korwil, pengawas, dan dinas,” ujarnya.