Israel Tutup Seluruh Perlintasan Jalur Gaza Usai Serangan Rudal Iran

Kondisi di wilayah Gaza masih sulit akibat perang berkepanjangan. Foto: Anadolu

Israel Tutup Seluruh Perlintasan Jalur Gaza Usai Serangan Rudal Iran

Muhammad Reyhansyah • 8 June 2026 15:53

Gaza: Israel menutup seluruh perlintasan menuju Jalur Gaza dan menghentikan pengiriman bantuan kemanusiaan hingga waktu yang belum ditentukan setelah serangan rudal Iran ke wilayahnya pada Senin, 8 Juni 2026.

Koordinator Aktivitas Pemerintah di Wilayah Pendudukan (COGAT), unit di bawah Kementerian Pertahanan Israel, mengatakan sejumlah langkah keamanan baru diberlakukan menyusul serangan rudal balistik Iran.

Menurut laporan The Times of Israel yang dikutip Anadolu, langkah tersebut mencakup penutupan seluruh akses masuk ke Gaza, termasuk Perlintasan Kerem Shalom dan Rafah, hingga pemberitahuan lebih lanjut.

COGAT mengklaim kebijakan itu tidak akan memengaruhi kondisi kemanusiaan di Gaza. Otoritas Israel berpendapat jumlah makanan yang masuk ke wilayah tersebut sejak gencatan senjata diberlakukan telah jauh melampaui kebutuhan nutrisi penduduk berdasarkan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kekhawatiran atas Kondisi Kemanusiaan

Pernyataan Israel itu bertolak belakang dengan peringatan yang berulang kali disampaikan organisasi Palestina dan lembaga internasional mengenai memburuknya kondisi pangan di Gaza.

Pejabat Palestina menyatakan Israel belum memenuhi sejumlah komitmen utama dalam perjanjian gencatan senjata, termasuk mengizinkan masuknya pasokan makanan, bantuan kemanusiaan, perlengkapan medis, material tempat penampungan sementara, serta peralatan untuk rekonstruksi sesuai kesepakatan.

Menurut data otoritas Palestina, operasi militer Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan hampir 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 lainnya, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza menyebut sedikitnya 961 warga Palestina tewas dan 3.020 lainnya terluka dalam serangan yang terus terjadi hampir setiap hari meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.

(Fajar Nugraha)