Saat Rupiah Turun, Jangan Abaikan Dana Darurat dan Cicilan

Ilustrasi. Foto: Magnific.

Saat Rupiah Turun, Jangan Abaikan Dana Darurat dan Cicilan

Ade Hapsari Lestarini • 8 June 2026 12:41

Jakarta: Perencana keuangan Finante.id Rista Zwestika menyampaikan pentingnya pengaturan pengeluaran berdasarkan prioritas pada masa penurunan nilai tukar rupiah.

Penurunan nilai tukar rupiah berpotensi menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa, karenanya penting untuk mengelola keuangan secara cermat agar kebutuhan utama keluarga bisa tetap terpenuhi.

"Dalam kondisi nilai tukar rupiah turun dan berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah kebutuhan, masyarakat perlu lebih disiplin dalam mengatur prioritas pengeluaran," kata Rista dilansir Antara, Senin, 8 Juni 2026.

Rista menyampaikan pentingnya penetapan prioritas pengeluaran dan penyiapan cadangan dana, guna mengamankan kondisi keuangan keluarga semasa kondisi ekonomi kurang baik.

Ia mengatakan, pos pertama yang harus dijaga adalah pos pengeluaran untuk pemenuhan kebutuhan pokok, yang mencakup makanan, transportasi, pendidikan, kesehatan, dan pembayaran tagihan rutin rumah tangga.

Menurut dia, pengalokasian dana untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan pembayaran tagihan rutin rumah tangga mesti diprioritaskan. Mereka yang memiliki utang atau kewajiban membayar cicilan, ia mengatakan, sebaiknya berusaha membayar tepat waktu untuk menghindari tambahan beban berupa bunga maupun denda.



Ilustrasi. Foto: Magnific.
 

Alokasi dana darurat


Rista juga menyarankan pengalokasian dana darurat sebagai bantalan keuangan untuk menghadapi risiko yang tidak terduga seperti penurunan pendapatan, kehilangan pekerjaan, dan pemenuhan kebutuhan mendesak.

Selain itu, dia mengemukakan perlunya mengevaluasi kembali pengeluaran untuk keperluan konsumtif dan keperluan yang tidak mendesak ketika kondisi perekonomian sedang kurang baik.

"Pengeluaran yang bersifat konsumtif atau tidak mendesak sebaiknya dievaluasi kembali hingga kondisi lebih stabil," ujar dia.

Menurut dia, evaluasi pengeluaran diperlukan untuk menjaga keseimbangan anggaran keuangan rumah tangga dan mencegah tekanan keuangan yang lebih besar di kemudian hari.

(Ade Hapsari Lestarini)