Ilustrasi. Foto: dok istimewa.
Begini Tren Peluang Pasar Baru Industri TV
Ade Hapsari Lestarini • 16 September 2026 21:13
Jakarta: Perkembangan smart TV, konten beresolusi tinggi, dan kebutuhan hiburan di rumah turut mengubah preferensi konsumen Indonesia terhadap perangkat televisi. Ukuran layar yang lebih besar mulai menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih TV, selain harga, kualitas gambar, dan daya tahan.
Perubahan tersebut membuka peluang bagi produsen elektronik untuk mengembangkan pasar televisi dengan ukuran layar menengah hingga besar. Konsumen kini dapat memanfaatkan TV untuk berbagai kebutuhan, mulai dari menonton film dan serial, menyaksikan olahraga, bermain gim, hingga menikmati hiburan bersama keluarga.
Dalam beberapa tahun terakhir, pilihan ukuran televisi di Indonesia semakin beragam. Perkembangan smart TV dan ekosistem streaming turut memperluas penggunaan televisi di rumah.
Data Grand View Research menunjukkan pasar smart TV Indonesia diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan adopsi smart TV, perkembangan layanan streaming, serta semakin beragamnya konten digital.
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai kepemilikan TV layar datar berukuran minimal 30 inci menunjukkan ukuran layar menjadi salah satu indikator dalam melihat perkembangan kepemilikan televisi di Indonesia.
Data BPS juga menunjukkan adanya perbedaan tingkat kepemilikan antarwilayah. DKI Jakarta, misalnya, mencatat tingkat kepemilikan TV layar datar minimal 30 inci sebesar 54,55 persen. Kondisi tersebut menunjukkan karakteristik pasar televisi Indonesia masih beragam, baik dari sisi kebutuhan maupun daya beli.
Dengan kondisi tersebut, pergeseran menuju layar yang lebih besar tidak serta-merta terjadi pada seluruh konsumen. Pilihan ukuran TV tetap dipengaruhi luas hunian, kebutuhan penggunaan, dan kemampuan belanja masing-masing rumah tangga.
Layar kecil masih punya pasar
Meski minat terhadap layar lebih besar berkembang, televisi berukuran kecil dan menengah masih memiliki pasar tersendiri. Salah satu faktornya adalah keterbatasan ruang hunian, terutama di wilayah perkotaan. Apartemen, rumah dengan luas terbatas, dan ruang multifungsi membuat ukuran perangkat dan jarak pandang menjadi pertimbangan konsumen.
Studi Ilmi Bilquish dan Dalhar Susanto dari Universitas Indonesia mengenai unit mikro di apartemen Jakarta menunjukkan sejumlah tipe unit, mulai dari studio hingga dua kamar tidur, memiliki luas kurang dari 45 meter persegi.
Selain faktor ruang, harga juga menjadi pertimbangan dalam pembelian televisi. Sebagai barang tahan lama, televisi membutuhkan alokasi anggaran tertentu dari rumah tangga. Karena itu, ukuran 32, 40, dan 43 inci masih dapat menjadi pilihan untuk kamar tidur, kamar sewa, kamar anak, maupun televisi kedua.
"Kondisi tersebut membuat perkembangan pasar TV Indonesia berlangsung secara bertahap. Konsumen dapat berpindah dari layar kecil ke ukuran yang lebih besar sesuai perubahan kebutuhan dan kemampuan belanja," kata CEO TCL Indonesia, Evan Tang, dalam keterangan tertulis, Rabu, 16 September 2026.

Ilustrasi. Foto: dok istimewa.
Perkembangan teknologi membuat produsen menawarkan ukuran layar yang semakin beragam. Secara umum, televisi 32-43 inci dapat digunakan untuk ruangan yang lebih kecil, sedangkan ukuran 50-55 inci dapat menjadi pilihan untuk ruang keluarga dengan kebutuhan layar yang lebih luas. Sementara itu, televisi berukuran 65 inci ke atas mulai menyasar kebutuhan hiburan dengan bidang pandang yang lebih besar, termasuk untuk olahraga, gaming, dan ruang keluarga yang lebih luas.
Panduan ukuran televisi yang dipublikasikan TCL Indonesia juga menunjukkan segmentasi tersebut. Ukuran 32-55 inci ditujukan untuk ruangan kecil hingga ruang tamu, 65-75 inci untuk ruang yang lebih luas, sedangkan ukuran 98 inci ke atas menyasar kebutuhan home theater. Perubahan preferensi tersebut turut mendorong produsen televisi menawarkan strategi upgrade ukuran layar. Salah satunya melalui kampanye "Tambah Sedikit, Dapat Lebih Besar" yang diperkenalkan TCL.
Dalam kampanye tersebut, TCL membandingkan tambahan biaya dengan peningkatan luas area layar pada sejumlah pilihan ukuran. Perusahaan mencontohkan perpindahan dari 32 inci ke 40 inci yang disebut memberikan peningkatan luas layar sekitar 56 persen dengan tambahan biaya sekitar 20 persen. Contoh lainnya adalah perpindahan dari 50 inci ke 55 inci. TCL menyebut tambahan biaya sekitar 10 persen dapat memberikan peningkatan luas layar sekitar 21 persen. Untuk ukuran yang lebih besar, perpindahan dari 75 inci ke 98 inci disebut memberikan peningkatan luas visual hingga 71 persen.
Perhitungan tersebut menunjukkan peningkatan ukuran diagonal tidak berbanding lurus dengan luas bidang layar. Semakin besar ukuran diagonal, pertambahan area visual yang diperoleh juga semakin besar.
Persaingan di segmen layar besar
Perkembangan pasar layar besar turut mendorong persaingan produsen elektronik dalam menghadirkan teknologi dan ukuran layar yang semakin beragam.
TCL juga menyebut pada 2025 mencatat sejumlah posisi teratas secara global, termasuk dalam pengiriman TV berukuran 85 inci ke atas, pengiriman TV dengan teknologi Mini LED, serta sebagai merek Google TV. Klaim tersebut merupakan data yang disampaikan perusahaan.
Perkembangan tersebut menunjukkan pasar televisi tidak hanya bergerak pada peningkatan kualitas teknologi, tetapi juga pada perubahan ukuran layar dan pengalaman penggunaan. Bagi konsumen, pilihan tersebut memberikan lebih banyak opsi untuk menyesuaikan perangkat dengan ruang, kebutuhan hiburan, dan anggaran.